kampus_purwakarta@upi.edu +62264200395 Jln. Veteran No 8 Purwakarta 41115

Berita

Prodi UPI di Cibiru dan UPI Purwakarta selenggarakan Webinar Digital Marketing

Mengacu pada Undang Undang No. 12 Tahun 2012 bahwa Perguruan Tinggi merupakan lembaga yang memiliki peran penting dalam menciptakan sumber daya yang kreatif dan inovatif sehingga dapat menghasilkan berbagai karya atau produk yang dapat mendorong tumbuhnya perekonomian Indonesia. Berlandaskan UU tersebut, program empat program studi di Universitas Pendidikan Indonesia kampus daerah menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat (PkM) bertajuk “Pengenalan Strategi Digital Marketing”. Tim PkM beranggotakan Hendriyana, S.T., M.Kom, Dosen Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak sebagai ketua. Kemudian Syifaul Fuada, Telekomunikasi (Sistel) Kampus UPI di Purwakarta. Muhammad Taufik & Deden Pradeka, Dosen Program Studi Teknik Komputer (Tekkom) UPI Kampus di Cibiru, dan M. Ridwan Sutisna, Program Studi Guru Sekolah Dasar (PGSD) UPI Kampus di Cibiru, dan Program Studi Sistem.

Kegiatan Webinar terselenggara khidmat pada pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB yang diikuti oleh sekitar 40 peserta pada Sabtu 18 September 2021 dengan mengundang pemateri yang berpengalaman dibidang wirausaha, yaitu Trisna Adi Pratama, S.Pd., M.Pd (City Leader Lazada Club Bandung & wirausahawan brand Milyarda) dan Abdurrahim, S.Si (wirausahawan brand Gomuda). Kegiatan dimoderatori oleh M. Ridwan Sutisna, M.Pd (Dosen PGSD UPI di Cibiru).

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari tahun kemarin, yaitu kelanjutan dari Program Inkubasi Bisnis Pengembangan Technopreneur Melalui Model Bisnis Canvas. Webinar masih dilakukan melalui platform Zoom karena masih dalam suasana pandemi. Namun bagi yang tidak dapat masuk di Zoom ini, dapat menonton streaming di Youtube” Ucap Hendriyana dalam pemberian sambutan.

Trisna sebagai pemateri pertama memberikan wawasan tentang Optimalisasi Digital Marketing Melalui Media Sosial Instagram. “Instragram memiliki beragam fitur yang mampu mendukung berbisnis sehingga disarankan bagi para pelaku usaha mengubah akun personal ke bisnis. Selain gratis, hal tersebut sangat mudah dilakukan. IG bisnis mampu menunjukkan insight yang sangat krusial dalam proses wirausaha digital, yaitu aspek konten, aktivitas, dan audien” Ungkapnya.

“Data-data ini penting sebagai masukan kita agar postingan-postingan yang berkaitan dengan promosi lebih optimal yakni menjangkau followers dan sesuai dengan rentang usia. Dengan fitur trafik, didapatkan informasi bahwa pada jam 11 siang – 1 siang dan jam 7 – 9 malam, ternyata pengunjungnya banyak dalam retang waktu tersebut karena pada jam istirahat mayoritas orang memegang smartphone sambil melakukan scroll IG. Maka dari itu, harus memaksimalkan posting pada jam-jam tersebut” Tambahnya.

Trisna menyampaikan materi lanjutan bahwa fitur yang perlu dioptimalkan lainnya adalah IG Story, IG Live, IG Reels, IG TV, dan Feed Instagram. IG Story digunakan sebagai jalan untuk membangun awareness, meningkatkan traffic, dan mengunggah konten-konten yang berkaitan dengan produk/jasa yang bersangkutan. Kemudian IG live untuk review produk/jasa yang dijual, platform untuk berbagi ilmu, promosi secara live, mengundi Giveaway. Fitur lain yang tidak ketinggalan adalah search di IG. “Carilah akun IG yang menjual produk atau jasa yang sama, lihatlah apa saja yang di posting, jam berapa saja posting dilakukan. Hal ini sebagai input yang dapat diadopsi untuk usaha kita sekaligus sebagai evaluasi diri agar lebih optimum dalam mengelola IG sebagai platform bisnis. Ini adalah proses riset” Ungkapnya. “Jangan lupa juga untuk melihat Hashtag yang paling populer, harus dilakukan riset. Tidak boleh mengarang tapi mengarung. Cari beragam hastag yang paling banyak. Setelah didapatkan, buatlah hastag pada postingan kita paling tidak 15 hingga 20 hashtag.” Tambahnya.

Trisna menekankan bahwa dalam membuat postingan tidak perlu terlu formal. Gunakanlah bahasa yang sesuai dengan audiens, renyah, enak dibaca dan diikuti. “Bahasa yang tidak baku inilah justru menarik minat konsumen jikalau dalam kasus jualan, nah kalau dikampus tetap gunakan bahasa formal, misalnya cara komunikasi ke Dosen” Ungkap Trisna yang lulusan S1 dan S2 bahasa Indonesia UPI ini. “Sekarang sudah ada fitur IG reels yang mana persis seperti Tik Tok, gunakanlah dengan bijak fitur tersebut untuk mensupport akun IG bisnis anda”.

“Usahakan secara istiqomah 1 hari unggah feed 3 sampai 6 konten, jangan terlalu banyak. Lakukan tagging, filter secukupny, dan bagikanlah ke stories untuk menambah daya jangkau” Tambahnya melanjutkan.

Trisna menutup presentasinya dengan motivasi, bahwa dalam menjalankan usaha harus Konsisten, Persisten, dan Memiliki strong why. “Ikutilah komunitas bisnis di regional tempat anda tinggal. Seperti saya misalnya mengikuti komunikasi Shopee, Lazada, dan banyak lagi. Belajar ke para pelaku usaha lainnya. Jangan mudah menyerah, berusaha memahami keadaan sekitar yang sekiranya bisa menjadi tantangan atau peluang, mengikuti market apakah produk atau jasa masih relate dengan kondisi saat ini”. Jadi, mahasiswa yang berperan all in one entrepreneur (marketer, social content creator, live cycle produksi sekaligus) tetap akan bertahan, karena telah memiliki motivasi yang sangat kuat atau memiliki strong why. “Usaha perlu proses, bilamana bersabar, suatu saat akan memiliki dana yang cukup untuk menyewa pekerja yang membantu memperlanjar jalannya usaha” Pungkasnya.

Abdurrahim melanjutkan pematerian sebagai pembicara kedua, ia membawakan materi tentang perlunya digitalisasi UMKM melalui E-Commerce. Dikatakan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam meningkatkan GDP Indonesia, baik skala kecil maupun skala besar.

Di Indonesia terdapat banyak E-Commerce, seperti Shoope, Tokopedia, Bukalapak, Lazada yang dapat dimanfaatkan fitur-fiturnya untuk mendukung bisnis. “Dipilih keempat tersebut karena menurut data merupakan empat besar marketplace berdasarkan data iPrice pada Q2 2021 dengan parameter jumlah pengunjung bulanan, jumlah karyawan, rangking Appstore, rangking Playstore. Akan lebih baik apabila keempatnya dimanfaatkan sepenuhnya dalam mendukung bisnis kita” Ungkapnya.

Abdurrahim dalam pemateriannya menyampaikan perbedaan fitur seller keempat marketplace tersebut dalam hal fitur promosi, pencairan dana, level seller dan metode pembayaran. “Keempat market place tersebut gratis pendaftaran oleh siapa saja” Ucapnya.

Pemateri menjelaskan detail step-by-step bagaimana pendaftaran dan pengaturan di keempat marketplace tersebut yang tentunya mind blowing bagi para peserta kegiatan karena kebanyakan hanya memiliki satu marketplace saja atau bahkan belum memiliki (hanya di IG saja). Tips dan trik menjual produk di marketplace juga diberikan oleh Abdurrahim, bahwa produk harus ready stock, quality control terjaga, packaging rapi dan nyaman, serta usahakan ada ucapan terimaksih berupa kartu untuk menambah kesan positif dan branding. “Boleh diberikan voucher atau sticker” Tambahnya. “Pastikan pelayanannya baik seperti respon cepat, packaging yang bagus, pengiriman cepat, penanganan komplain yang solutif, serta pastikan ulasan pembeli diperiksa secara berkala dimana paling tidak mendapatkan minimal bintang empat” Lanjutnya.

Setelah kegiatan ini selesai diselenggarakan, akan dilanjutkan dengan kegiatan pendampingan bagi para peserta webinar oleh keempat Dosen pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini selama kurang lebih 3 minggu, yaitu pendampingan pembuatan marketplace, optimasi Instagram, dan pembuatan Linktree untuk mengaitkan marketplace yang sudah dibuat dengan website, youtube channel, kontak WhatsApp, dan alamat Google Map. Sebagai informasi, Linktree akan dibuat dengan bahasa HTML yang mana mudah diikuti bagi semua mahasiswa peserta kegiatan.

Syifaul Fuada, S.Pd., M.T.
Dosen Prodi S1 Sistem Telekomunikasi Universitas Pendidikan Indonesia kampus di Purwakarta

Sumber : https://s.id/HIhvS

PGPAUD UPI Purwakarta Kenalkan Pembelajaran Kekinian lewat Seminar Nasional

Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usai Dini (PG PAUD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Purwakarta mengenalkan pembelajaran kekinian untuk PAUD melalui seminar nasional yang digelar secara virtual pada Kamis (16/9/2021).

Seminar nasional yang diikuti 175 peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa, guru PAUD, hingga para dosen dari berbagai kampus se-Indonesia ini menghadirkan empat narasumber.Keempatnya adalah Dr. Finita Dewi, S.S, M.A, yang menyampaikan materi ‘Bahan Ajar Digital untuk PAUD’, dan Dr. Suci Utami Putri, M.Pd dengan materi Strategi dan Potensi STEAM untuk PAUD. Adapula Dr. Rita Kurnia, M.Ed yang membahas materi tentang ‘Pendekatan HOTS dalam Pembelajaran AUD’, dan Dr. Daviq Chairilsyah, M.Psi, Psi yang memaparkan materi ‘Pendidikan Karakter di PAUD’.

“Prodi PG PAUD ingin memberikan wawasan kepada peserta mengenai pembelajaran kekinian di PAUD. Di samping itu, seminar ini juga merupakan program tahunan prodi PG PAUD UPI Kampus Purwakarta,” kata Jo panggilan akrabnya saat dihubungi melalui gawainya, Jumat (17/9/2021).

Dijelaskannya, seminar yang digelar bekerja sama dengan Universitas Riau ini membahas berbagai topik yang menarik. “Di antaranya, pendidikan karakter di PAUD, manajemen penyelenggaraan PAUD, inovasi pendidikan PAUD, pembelajaran STEAM/STEM PAUD, dan berbagai topik menarik lainnya,” ujar Jo.

Seminar ini, lanjutnya, menjadi kesempatan terbaik bagi mahasiswa untuk mempresentasikan skripsinya. “Di mana skripsi-skripsi tersebut akan menjadi prosiding yang bisa diaplikasikan dan menjadi acuan pada saat proses pembelajaran di PAUD,” kata Jo.

Pihaknya pun berharap, seminar nasional ini bisa menjadikan Prodi PG PAUD UPI Kampus Purwakarta semakin dikenal dan bisa berkontribusi dalam mengembangkan pengetahuan dan wawasan mengenai pembelajaran di PAUD.“Juga bisa mendorong mahasiswa untuk meneliti dan mengembangkan keilmuan PAUD-nya,” ucap Jo.

Para pemateri juga, lanjutnya, membahas metode pembelajaran daring yang menjadi kebijakan pemerintah pada masa pandemi COVID-19 ini. Terutama pemanfaatan teknologi yang mendukung pembelajaran daring.

“Turut dibahas pula pentingnya peran orang tua dalam pembentukan karakter anak. Sehingga kuncinya adalah pihak sekolah bekerjasama dengan orang tua untuk pembentukan karakter anak,” ujarnya. (Red1)

Sumber : https://s.id/HIfsw

Peninggalan Van Lith di Kampus UPI Purwakarta

Sekolah pendidikan guru pada zaman Belanda lazimnya dikenal dengan nama kweek school. Di Bandung, salah satu peninggalan kweek school yang terkenal ialah gedung yang kini dipakai Polrestabes Bandung, di Jalan Merdeka. Belanda biasa menamai Hoogore Kweek School (HKS) dan Europeesche Kweek School (EKS) untuk sekolah guru yang dibangunnya.

Menurut Guru Besar bidang Ilmu Pengembangan Kurikulum UPI, Dinn Wahyudin, HKS adalah sekolah guru atas yang ada di kota kota besar, kemudian EKS sekolah guru atas untuk siswa keturunan orang Eropa, Arab, atau China. Bahasa pengantar pelajaran biasanya diberikan dalam bahasa Belanda.

Namun, Dinn menemukan satu yang nyeleneh pada sekolah yang didirikan Belanda di Purwakarta, yaitu Normaal School 1914. Tidak lazim era Belanda masa itu memberi nama sekolah guru normaal school, bukan kweek school seperti umumnya.

Setelah diselidiki, Dinn mengungkapkan pilihan kata normaal school sebagai sekolah pendidikan guru ternyata diinisiasi oleh seorang misionaris bernama Fransiscus Georgous Josephus Van Lith. Pria Belanda yang akrab disapa Romo Van Lith ini sangat konsens pada pendidikan kaum Bumiputera. Dan ia tidak menyukai cara cara penjajahan Belanda, dapat dilihat dari pemilihan nama normaal school untuk nama sekolah guru di Purwakarta itu.

Normaal school sendiri sudah lazim dipakai untuk menamai sekolah-sekolah guru di negara-negara Eropa. Van Lith mengembangkan normaal school sebagai model inovasi pendidikan guru untuk siswa pribumi asli.

Dinn lantas merunut sejarah perkembangan pendidikan guru normaal school pada tahun 1685 oleh tokoh Prancis, Jean Baptiste de La Salle. La Salle mendirikan sekolah guru Ecole Normale di kota kecil Reims, Champane Perancis. Model sekolah guru ini kemudian berkembang pesat di Prancis. Sekolah guru untuk pendidikan guru SD disebut ecoles normales, dan sekolah pendidikan guru sekolah menengah dalam manajemen universitas disebut ecoles normales supereuros.

Model ini selanjutnya diadopsi oleh banyak negara baik di benua Eropa, Amerika, maupun Asia. Di Italia, misalnya, sekolah guru normal school dikenal dengan nama Liceo delle Science Umane. Di China, kata Dinn, istilah normal melekat untuk setiap sekolah yang mendidik calon guru, seperti Beijing Normal University, ada juga East China Normal Univesity.

Di Filipina, Lembaga pencetak guru dilabeli dengan normal university, seperti The Philippine Normal University. Hal sama terjadi di Canada di mana ada universitas yang mencetak calon guru professional, seperti Calgary Normal School di Kota Calgary, dan Central Normal School yang didirikan 1882 di Kota Winnipeg, Canada.

“Normaal School-1914 di Purwakarta menjadi saksi sejarah tentang perkembangan sekolah pendidikan guru dari zaman ke zaman. Awalnya sekolah guru normaal school untuk mendidik calon guru vervolg school. Kini menjadi Kampus UPI di Purwakarta,” ungkap Dinn, dikutip dari laman resmi UPI, Sabtu (24/4/2021).  

Kampus UPI Purwakarta saat ini membuka 5 program studi S1, yaitu Pendidkan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD), Program Studi Pendidikan dan Teknologi Informasi (PSTI), Program Studi Sistem Telekominikasi (SISTEL), dan Program Studi S1 Mekatronika dan Kecerdasan Buatan (MKB).


Romo Van Lith

Siapakan Fransiscus Georgous Josephus Van Lith yang menurut Dinn Wahyudin telah menginisiasi normaal school sebagai sekolah pendidikan guru? Van Lith adalah misionaris asal Belanda yang jasanya di bidang pendidikan diakui oleh Pemerintah Indonesia. Pada 2016, Pemerintah memberikan Penghargaan Tanda Kehormatan Satyalancana.

Mohammad Wildan dalam artikel “Franciscus Georgius Josephus van Lith, Pembuka Pendidikan Guru di Jawa” yang dimuat laman resmi Kemendikbud RI, menuturkan Romo Van Lith lahir 17 Mei 1863 di Dusun Oirschot, Brabant, Negeri Belanda. Ia ditahbiskan sebagai imam Katolik pada 8 Desember 1894.

Perjalanan hidupnya mengantarkan ke tanah Jawa. Sejak 1904, Van Lith mengabdikan hidupnya menjadi seorang guru. Ia akrab dengan penduduk Jawa. Bagi orang Jawa, Van Lith bukanlah orang kulit putih yang menjadi alat pemerintah Belanda.

Pendidikan yang dirintis Van Lith pada mulanya tak berbeda dengan sistem pendidikan yang dijalankan pemerintah kolonial. Namun kemudian Van Lith menilai sistem pendidikan Belanda sangat paternalistik. “Pemerintah Belanda merasa sangat tahu dan mengerti dengan apa yang diperlukan orang Jawa,” ungkap Mohammad Wildan.

Van Lith kemudian mengembangkan model pendidikan yang cocok untuk masyarakat pribumi, yaitu sistem pendidikan dengan pendekatan budaya setempat. Saat itu, ada anggapan bahwa pendidikan yang baik menggunakan bahasa Belanda, maka Van Lith pun menggunakan bahasa Belanda dalam pengajarannya. Tetapi dalam prakteknya, ia tidak mau meninggalkan bahasa Jawa serta unsur budaya yang ada di baliknya.

Van Lith juga tetap mempertahankan pendidikan dengan suasana kampung dan persawahan. Para muridnya tetap memakai pakaian tradisional. Ia berusaha tidak mengubah cara hidup anak didiknya. “Jenis pendidikan seperti inilah yang diperkenalkan oleh Van Lith,” kata Mohammad Wildan.

Menurut Van Lith, model pendidikan dengan pendekatan budaya memungkinkan terjadinya integrasi pendidikan di sekolah dan luar sekolah, sekaligus mengakomodasi pendidikan karakter.

“Van Lith membuka pendidikan untuk semua kalangan tanpa melihat latar belakang agama dan identitas lainnya. Hingga saat ini model sekolah berasrama yang dirintis Van Lith masih diminati oleh masyarakat luas,” paparnya.

Van Lith memadukan sistem pendidikan tradisional Jawa (padepokan) dengan pengajaran disiplin modern. Pada zamannya, model padepokan ini menonjol dalam pesantren tempat anak-anak Islam berguru ilmu keagamaan.

Van Lith yakin pendidikan yang baik sangat bergantung pada kualitas guru. Maka ia pun mendirikan sekolah guru dengan harapan dapat mendidik guru-guru yang berkualitas. Guru-guru tersebut nantinya akan menyebarkan nilai-nilai utama kepada masyarakat.

Di masa tuanya, barulah Van Lith mulai berbicara politik. Menurut Wildan, Van Lith yang sebelumnya menghindari politik, terdorong keadaan untuk tidak menapikan politik. Waktu itu, orang-orang banyak yang berbicara tentang kemerdekaan Indonesia.

Van Lith pernah diutus Pemerintah Belanda untuk studi banding mengenai pendidikan ke Filipina.  Saat itu, orang-orang pribumi Filipina yang sudah lama berada di bawah jajahan Spanyol justru berusaha mengusir Spanyol. Van Lith menyimpulkan bahwa pengusiran ini terjadi karena orang-orang Spanyol tidak mau menyatu dengan budaya setempat. “Van Lith mengutarakan pemikiran politiknya bahwa Pemerintah Belanda harus mulai memikirkan apa yang menjadi keprihatinan masyarakat pribumi,” ungkap Wildan.

Bahkan Van Lith pernah mengkritik keras Belanda, bahwa era dominasi ras putih sudah berakhir. “Tidak untuk seterusnya satu orang kulit putih akan bertahan hidup di hadapan 100.000 orang Asia. Sikap arogansi-lah yang menjajah bangsa Jawa melulu karena mereka Jawa. Akuilah hak-hak pribumi jika kamu menginginkan hak-hakmu juga diakui,” tulis Van Lith yang dikutip Wildan dari buku Romo Hasto, Van Lith Pembuka Pendidikan Guru di Jawa (2009).

Sumber : https://s.id/HIcjw

Kantor Jurnal dan Publikasi Selenggarakan Pelatihan Bagi Pengelola Jurnal Baru UPI

Kantor Jurnal dan Publikasi menyelenggarakan kegiatan pelatihan pengelolaan publikasi  dan jurnal Universitas Pendidikan Indonesia (10/3/2021).  Kegiatan diselenggarakan secara daring diikuti oleh para pengelolaan jurnal UPI sebanyak 100 orang yang dipandu medorator Muktiarni M.Pd dosen Pendidikan Tata Boga Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruaan (FPTK) UPI.

Wakil Rektor Wakil Rektor Bidang Riset, Internasional, Kerja sama, dan Usaha  Prof. Dr. H. Adang Suherman, M.A menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan program yang diluncurkan dalam rangka peningkatan kuantitas dan kualitas jurnal bereputasi nasional dan internasional di Universitas Pendidikan Indonesia. Berharap kegiatan ini dapat meningkatkan reputasi publikasi ilmiah dalam rangka mencapai target indikator kinerja utama  Universitas Pendidikan Indonesia.


Direktur Direktorat Urusan Internasional Ahmad Bukhori Muslim, P.hD menyampaikan  bahwa melalui program pelatihan jurnal yang diselenggarakan kantor jurnal dan publikasi, diharapkan dapat meningkatkan kapasitas bagi pengelola jurnal  Universitas Pendidikan Indonesia. Berbagai jurnal yang dikembangkan dalam rangka memenuhi kebutuhan kenaikan pangkat dosen serta dalam rangka meningkatkan publikasi ilmiah Universitas Pendidikan Indonesia.

Hadir narasumber pelatihan jurnal Universitas Pendidikan Indonesia Yana R Sopian, S.Pd., MT dari Direktorat Sistem dan Teknologi Informasi (STI). Yana R Sopian, S.Pd., MT menyampaikan panduan dan strandar pengelolaan jurnal bagi pengelola jurnal baru. Selain itu dibahas juga tahapan pengelolaan jurnal UPI dimulai dari pendaftaran akun pada portal ejournal UPI, pengembangan jurnal yang sesuai dengan ketentuan pedoman akreditasi, syarat minimal publikasi ilmiah jurnal, serta berbagai tahapan pengelolaan jurnal sebagai user journal manager, author dan reviewer.

Kepala Kantor Jurnal dan Publikasi UPI Dr. Eng. Asep Bayu Dani Nandiyanto, S.T., M.Eng menyampaikan kegiatan ini diselenggarakan untuk   tenaga dosen dan tenaga kependidikan yang terlibat dalam pengelolaan jurnal di Universitas Pendidikan Indonesia dalam rangka pengembangan dan penjaminan mutu pengembangan jurnal UPI.


Dr. Eng. Asep Bayu Dani Nandiyanto, S.T., M.Eng menyampaikan terima kasih kepada Muktiarni M.Pd dosen Pendidikan Tata Boga Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruaan (FPTK) UPI, Rina Maryanti, S.Pd., M.Pd, Dosen Pendidikan Khusus Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Dwi Fitria Al Husaeni dan Nissa Nur Azizah mahasiswa berpretasi Pendidikan Ilmu Komputer  Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) UPI selaku  tim panitia dan administrator jurnal yang telah bekerja keras dalam menyelenggarakan pelatihan dan mengelola jurnal yang dikoordinasikan oleh Kantor Jurnal dan Publikasi UPI (Humas UPI/Asep Bayu Dani Nandiyanto)

Sumber : https://berita.upi.edu/kantor-jurnal-dan-publikasi-selenggarakan-pelatihan-bagi-pengelola-jurnal-baru-upi/

Peringati Hari Bahasa Ibu, FPBS UPI Selenggarakan Dialog Interaktif Dengan Ceu Popong

Tanggal 22 Februari 2021 yang telah lalu, FPBS UPI mengadakan acara memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional. Acara tersebut merupakan acara yang digagas oleh Dekan FPBS, Prof. Dr. Tri Indri Hardini, M.Pd. Kegiatan ini  merupakan program baru yang menjadi momentum bagi FPBS yang diselenggarakan dalam menyambut Hari Bahasa Ibu Internasional.

Tema yang diusung adalah “Mikareueus Basa Indung”. Adapun narasumber yang dipercaya tiada lain Ibu Dr. (H.C.) Hj. Popong Otje Djundjunan. Beliau seorang budayawan, mantan anggota dewan RI, dan juga pernah menjadi anggota Majelis Wali Amanah Universitas Pendidikan Indonesia.

Alasan lain yang signifikan mengapa beliau diundang oleh Prof. Dr. Tri Indri Hardini, M.Pd., Dekan baru FPBS, yaitu Bu Popong atau yang populer dengan sebutan Ceu Popong, adalah pengasuh acara “Ngawangkong Sareng Ceu Popong”. Acara tersebut menghadirkan narasumber dari berbagi profesi dan yang kompeten di bidangnya. Menariknya, dalam acara tersebut, Ceu Popong bertanya dan mengajak ngawangkong dalam bahasa Sunda, terutama.

Artinya, kompetensi dan dedikasi Ceu Popong pada bahasa Sunda, tak perlu diragukan lagi. Bahkan, bahasa Sunda menjadi ciri khasnya dalam keseharian kerjanya di Gedung DPR/MPR. Dengan demikian, tidak heran, Ceu Popong yang singa betina dalam podium politik itu sangat terkenal dan dihormati oleh anggota dewan lainnya.

Ciri khas Ceu Popong pernah menjadi viral se-Indonesia, bahkan secara internasional. Pada sidang paripurna DPR tanggal 2 Oktober 2014, terjadi ‘insiden kecil’, yaitu ketika beliau kehilangan palu sidang. Saat itu, karena dipojokkan oleh audiens untuk segera menjeda sidang, sebagai pemimpin sidang, beliau dengan sigap menenangkan kekacauan yang terjadi. Akan tetapi, ketika akan mengetok palu, beliau bertanya, “Mana paluna? Euweuh…” Seluruh peserta yang hadir terkesima, lalu terbahak-bahak dengan ramainya mendengar logat dan bahasa Sunda Ceu Popong yang terlontar begitu saja. Demikianlah akhirnya, pernyataannya yang khas Sunda itu menjadi jargon bertahun-tahun malah hingga sekarang, bahkan ada yang menjuluki Ceu Popong Palu bagi dirinya. Dari kilas balik cerita tersebut, Ceu Popong tidak diragukan lagi kemampuan dan kontribusinya pada bahasa Sunda.

Acara  menyambut Hari Bahasa Ibu Internasional yang diselenggarakan FPBS itu, tersebut dikemas dalam tajuk Dialog Interaktif. Para petinggi UPI menghadiri acara daring tersebut, selain Dekan FPBS, hadir juga Prof. Dr. Dadang Sunendar, M.Pd. mantan Kepala Badan Bahasa, dan Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A. yang juga Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan. Bapak Wakil Rektor dalam kesempatan itu membuka acara Dialog Interaktif, setelah Ibu Dekan menyambut acara tersebut.

Dialog Interaktif dipandu oleh Host, Temmy Widyastuti, M.Pd. dari Departemen Pendidikan Bahasa Sunda. Adapun Ceu Popong di rumahnya didampingi oleh Dr. Retty Isnendes, M.Hum., sebagai perwakilan dari panitia sekaligus juga menjadi fasilitator kegiatan.

Acara yang berlangsung dari jam 13.30 sampai jam 15.30 tersebut sangat mengesankan. Bagaimana tidak, Ceu Popong yang telah berusia 83 tahun itu, masih sangat pertentang, lincah beretorika, fasih dalam berbahasa, dan kuat ingatannya. Menurutnya, generasi milenial harus memperhatikan dan menyayangi bahasa ibunya (terutama bagi yang bersuku bangsa Sunda) karena: (1) bahasa ibu akan menjadi pengalaman yang sangat pribadi bagi penuturnya, (2) bahasa Sunda diwariskan pada bangsa Sunda yang pengertian Sunda secara etimologis dan pengertian luasnya sangat-sangat elok dan indah, demikian juga dengan bahasanya, (3) bahasa ibu yang tidak dijaga, akan hilang dan punah. Punahnya bahasa akan seiring dengan hilangnya suku bangsa tersebut (basa teh ciciren bangsa).

Oleh sebab itu, menurut Ceu Popong harus ada upaya bersama dalam menyamakan persepsi. Persepsi tersebut, di antaranya terdapatnya kesadaran betapa pentingnya bahasa daerah hingga tercantum dalam Undang-undang Dasar ’45 beserta penjelasannya. Pasal dan penjelasan tentang bahasa daerah tersebut harus turun pada Perda di seluruh provinsi di Indonesia. Masyarakat Jawa Barat, khususnya suku bangsa Sunda, Cirebon, dan Betawi sepatutnyalah bersyukur karena sudah mempunyai Perda No. 5 Tahun 2003 tentang Bahasa, Sastra, dan Aksara Sunda (yang telah beberapa kali direvisi pada tahun-tahun setelahnya). Perda tersebut disusun dan ditandatangani oleh Bapak Gubernur Jawa Barat, Nuriana.

Terakhir, Ceu Popong menjawab pertanyaan mahasiswa mengenai nama provinsi. Menurut beliau, memang nama Provinsi Jawa Barat sudah tidak relevan karena pada geografis Indonesia yang disebut Jawa bagian barat adalah Provinsi Banten sekarang. Oleh karena itu, selayaknya semua elemen bermusyawarah dengan baik dan penuh kesadaran apabila akan mengganti nama provinsi. Beliau mengusulkan nama Provinsi Sunda untuk mengganti Provinsi Jawa Barat. Nama tersebut menurut beliau diajukan dengan banyak pertimbangan, di antaranya berdasarkan pada sejarah penamaan peta dunia dan realitas geografis yang ada sekarang.

Dialog Interaktif menyambut Hari Bahasa Ibu Internasional yang diikuti sekira dua ratus mahasiswa tersebut diakhiri dengan penyerahan simbol, plakat FPBS UPI pada Ceu Popong. MC, Saudari Novi menutup kegiatan setelah sebelumnya melaksanakan acara berfoto bersama seluruh peserta Dialog Interaktif.* (Chye Retty Isnendes)

Sumber : https://s.id/yJOaH

Dekan FPBS Paparkan Renstra FPBS 2021-2025 pada Kunjungan Pimpinan Universitas

Kamis, 4 Maret 2021 Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Pendidikan Indonesia mendapat kunjungan pimpinan universitas yang terdiri dari Rektor, Para Wakil Rektor, Ketua Satuan Pengendalian Internal, dan Kepala Sekretariat Universitas. Dekan, para Wakil Dekan, para Ketua Departemen/Program Studi, Ketua SKM, Kepala Laboratorium Bahasa dan Microteaching, KBTU, dan para Kasi di lingkungan FPBS hadir di Auditorium FPBS untuk menyambut secara langsung rombongan, sedangkan para dosen dan tenaga kependidikan FPBS lainnya mengikuti kegiatan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting.

Agenda utama kunjungan pimpinan universitas adalah untuk melihat dan mendengar secara langsung paparan Rencana Strategis (Renstra) FPBS Tahun 2021-2025. Prof. Dr. Tri Indri Hardini, M.Pd. selaku Dekan FPBS menyambut hangat kunjungan pimpinan tersebut. Setelah memberikan sambutan pembukanya dan mengenalkan profil FPBS, Prof. Dini memaparkan secara rinci Renstra FPBS Tahun 2021-2025.

Agar FPBS bisa mencapai Renstra yang telah disusun, penting bagi FPBS mendapat masukan dari berbagai pihak terlebih dari pimpinan universitas. Pada kesempatan tersebut, Rektor UPI Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., M.A diberi kesempatan pertama untuk menyampaikan pendapat/masukan terhadap capaian Renstra FPBS 2021-2025, dilanjutkan para Wakil Rektor, dan terakhir Ketua Satuan Pengendalian Internal UPI.

Momen penerimaan kunjungan pimpinan universitas menjadi pilihan waktu yang tepat oleh Dekan FPBS untuk meluncurkan slogan andalan FPBS terbaru. Secara Resmi Dekan FPBS mengenalkan slogan “FPBS Bersatu untuk Maju”. Slogan ini diharapkan bisa menjadi motivasi bagi seluruh Sivitas Akademika dan Tendik FPBS untuk bersama-sama mewujudkan Renstra FPBS 2021-2025 dan membawa FPBS menjadi lebih maju.

Pada dasarnya semua pimpinan universitas mendukung penuh Renstra FPBS 2021-2025. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh elemen fakultas menjadi paham akan Renstra FPBS 2021-2025 dan selanjutnya dapat mendukung juga agar Renstra tersebut dapat tercapai. FPBS BUM! (Novi Yuliawati, FPBS)

Sumber : https://s.id/yJNLl

Direktur UPI Tasikmalaya Paparkan Renstra Tahun 2021-2025

Direktur UPI Kampus Tasikmalaya Dr. Nandang Rusmana, M.Pd memaparkan Rencana Strategis Kampus UPI Tasikmalaya Tahun 2021 – 2025 (6/3/2021). Penyelenggaraan kegiatan dihadiri Rektor Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., MA, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A, Wakil Rektor Kuangan dan Sumber Daya Prof. Dr. H. Agus Rahayu, M.P, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Organisasi, dan Sistem Informasi Prof. Dr. Bunyamin Maftuh, M.Pd., MA, Wakil Rektor Bidang Riset, Internasional, Kerja sama, dan Usaha Prof. Dr.Adang Suherman, MA serta Sekretaris Universitas Prof. Riswanda, M.A., Ph.D. Kegiatan juga diikuti Direktur Direktorat Inovasi Dr. Yadi Ruyadi, M,Si, serta Kepala Badan Pengelola dan Pengembangan Usaha (BPPU) Prof. Dr. Uyu Wahyudin, M.Pd. 

Pemaparan Rencana Strategis Kampus UPI Tasikmalaya Tahun  2021 – 2025 juga diikuti pimpinan unit kerja di lingkungan UPI dikampus Tasikmalaya yaitu  Direktur UPI Kampus Tasikmalaya Dr. Nandang Rusmana, M.Pd, Wakil Direktur Kampus UPI Tasikmalaya, para Ketua Program Studi di lingkungan Kampus UPI Tasikmalaya, serta Kepala Subbagian.   

Direktur UPI Kampus Tasikmlaya Dr. Nandang Rusmana, M.Pd menjelaskan tentang  Fokus Program Prioritas UPI 2021 – 2025 yaitu pengembangan sumber daya manusia, pengembangan infrastruktur, pembenahan tata kelola kelembagaan, riset dan publikasi, penguatan inovasi kurikulum dan pembelajaran, pengembangan program PKM,  akademik, profesi dan vokasi, kemahasiswaan, jejaring kerjasama dan kemitraan serta income generating unit (IGU).

Pengembangan program sumber daya manusia difokuskan pada penguatan dan peningkatan kapasitas kapasitas tenaga dosen dan tenaga kependidikan. Tenaga dosen diarahan membuat roadmap pengembangan diri untuk capaian kualifikasi program doktor (S3), serta kenaikan pangkat dan jabatan guru besar. Sedangkan tenaga kependidikan diarahkan pada peningkatan keterampilan dan keahlian dalam bidang administrasi.  

Pengembangan program kerjasama dalam penyelenggaraan program studi pasca sarjana dengan Program Magister (S2) untuk program studi bimbingan konseling, kurikulum, administrasi pendidikan, serta program doktor (S3) untuk administrasi pendidikan  dan manajemen. Pengembangan program pendidikan untuk program studi pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD dalam penyelenggaraan pendidikan Sarjana (S1), Magister (S2), Doktor (S3), PPG serta pusat kajian yang ada di lingkungan UPI Kampus Tasikmalaya. 

Pengembangan program ekonomi kreatif diarahkan dalam mengembangkan kewirausahaan, bisnis digital, desain produk industri, arsitektur, desain interior, DKV, film, animasi & video, fotografi dan kriya, kuliner, musik, fesyen, app & games, penerbitan, periklanan, televisi dan radio, serta  seni pertunjukan.  Pengembangan program sakola budaya sunda dalam sastra, tari, musik, cerita rakyat, permainan dan olahraga tradisional rakyat, (kaulinan barudak), tata krama dalam mendukung program akademik dan kemahasiswaan di UPI Kampus Tasikmalaya.  Pengembangan program Sekolah Laboratoriumyaitu Playgrup, TK, SD, SMP, SMA, dan SMK.

Kedepan, UPI Kampus Tasikmalaya berkomitmen melakukan pengembangan  fasilitas dan infrastruktur yaitu  aula, laboratorium, ruang pamer, workshop, mesjid, gedung olahraga, teater terbuka, kolam renang, outbond training center dan gedung pertunjukan,  gedung perkuliahan smart classroom yang sudah terstandar untuk mendukung kualitas layanan dan program kelembagaan, akademik serta kemahasiswaaan untuk mewujudkan visi, misi dan capaian kinerja Universitas Pendidikan Idonesia (Humas UPI)

Sumber : https://s.id/yJMY6

Rektor Apresiasi Pengembangan Kampus UPI di Tasikmalaya

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., MA, memberikan apresiasi atas pemaparan Direktur UPI Kampus Tasikmalaya Dr. Nandang Rusmana, M.Pd  tentang Rencana Strategis Kampus UPI Tasikmalaya Tahun 2021–2025 (6/3/2021). Secara umum Direktur UPI Kampus Tasikmalaya Dr. Nandang Rusmana, M.Pd menjelaskan tentang fokus dan prioritas dalam program pengembangan sumber daya manusia, kerjasama, pendidikan, ekonomi kreatif, sakola budaya sunda, sekolah laboratorium, fasilitas umum serta rencana pengembangan infrastruktur. Kegiatan pemaparan Rencana Strategis dipimpin moderator Dr. Seni Apriliya, M.Pd Dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UPI Kampus Tasikmalaya.

Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., MA menjelaskan tujuan pemaparan Rencana Strategis Kampus UPI Tasikmalaya Tahun 2021–2025 sebagai langkah untuk ikut serta dan bertanggung jawab dalam impelementasi capaian kinerja semua unit kerja di UPI. Prinsip penyusunan renstra unit kerja harus berpedoman pada Renstra UPI 2021-2025 yang telah disetujui Majelis Wali Amanat (MWA) UPI serta kontrak kinerja antara Universitas Pendidikan Indonesia dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.    

UPI sangat memperhatikan pada aspek pengembangan sumber daya manusia terutama untuk capaian dosen yang memiliki kualifikasi pendidikan doktor (S3), pengembangan tenaga kependidikan, sistem manajemen terintegrasi berbasis teknologi serta infrastruktur. Perhatian ini ditujukan dalam rangka memenuhi prinsip equality in quality bagi semua unit kerja di Universitas Pendidikan Indonesia agar menjadi unggul dan menjadi nomor satu.

Sejumlah kebijakan dan program Universitas Pendidikan Indonesia mengacu pada prinsip efisiensi anggaran.Anggaran dana yang tersedia agar digunakan secara optimal dan tetap mempertahakan dan meningkatkan prestasi. Prinsip prioritas dalam berbagai program yang laksanakan oleh unit kerja.  Tahun ini Universitas Pendidikan Indonesia berhasil mendirikan Badan Usaha Milik Kampus (BUMK).

UPI harus meningkatkan kerjasama dalam kelembagaan agar memberikan kebermanfaatan bagi UPI dan lembaga yang bekerjasama. UPI memberikan perhatian pada pengembangan  Program Studi. Pimpinan unit agar memperhatikan ketersediaan sumber daya dan rasio dosen.  Guna menunjang penyelenggaraan perkuliahan, unit akademik agar memperhatikan dalam pengembangan Smart Classroomuntuk perkuliahan yang sudah terstandar. UPI memberikan perhatian pada program pengembangan dan pemeliharaan pada program kemanan, ketertiban dan keselamatan (K3) yang diselenggarakan unit kerja.  

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Didi Sukyadi, MA menjelaskan tentang peningkatan, dukungan serta partisipasi dari UPI Kampus Daerah Tasikmalaya dalam berbagai program pendidikan dan kemahasiswaan. Program pendidikan yang diselenggarakan melalui Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) serta pertukaran dosen dan mahasiswa asing di luar negeri. Mempersiapkan untuk pelaksanaan akreditasi, reakreditasi nasional dan internasional dalam merespon kebijakan BANPT.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Keuangan Prof. Dr. H. Agus Rahayu, M.P menjelaskan tentang komitmen dalam pengembangan sumber daya manusia  untuk capaian kualifikasi pendidikan doktor (S3), peningkatan capaian guru besar, serta peningkatan capaian kompetensi dan profesi bagi tenaga dosen dan tenaga kependidikan. Komitmen tentang peningkatan kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan melalui insentif berbasis kinerja (IBK).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Organisasi, dan Sistem Informasi Prof. Dr. Bunyamin Maftuh, M.Pd., MA, memberikan apresiasi atas penyelesaian serta pemaparan renstra UPI Kampus UPI Tasikmalaya yang telah disampaikan. Menekankan agar Renstra UPI Kampus Tasikmalaya agar mengacu pada Renstra UPI serta berbagai kebijakan program Universitas Pendidikan Indonesia. UPI Berkomitmen dalam pengembangan berbagai program yang diajukan oleh kampus UPI di daerah.

Wakil Rektor Bidang Riset, Internasional, Kerja sama, dan Usaha Prof. Dr. Adang Suherman, MA, menjelaskan UPI Kampus Daerah agar bekerja keras dalam merespon inovasi dan berbagai program unggulan kerjamsa matching fund dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Memperhatikan program internasionalsasi bagi akreditasi internasional program studi, dan student mobilty program. serta program peningkatan capaian artikel jurnal internasional.

Sekretaris Universitas Prof. Riswanda, MA., Ph.D mengapresiasi atas sejumlah capaian dalam bidang administarsi dan kesekretariatan yang diselenggarakan UPI Kampus Tasiklmalaya serta sudah berperan optimal dalam administrasi pelaksanaan kegiatan kerjasama. Ketua Satuan Pengendalian Internal (SPI) Prof. Dr. Syamsul Hadi Senen, MM menjelaskan tentang tugas Satuan Pengendalian Internal (SPI) yang membantu pimpinan universitas dalam pengendalian dan evaluasi terhadap program dan anggaran. Mendampingi sejumlah lembaga ekternal seperti Badan Pengawas Keuangan (BPK) dalam melakukan pengawasan terhadap impelementasi anggaran keuangan Universitas Pendidikan Indonesia yang bersumber dari APBN. SPI berupaya untuk meninimalisir dalam temuan serta berbagai kekeliruan administrasi anggaran melalui pengendalian internal.

Prof. Dr. Uyu Wahyudin, M.Pd menjelaskan tentang program BPPU serta peran BUMK PT. UPI Edun dalam menundukung dan menunjang income generating UPI. Direktur Direktorat Inovasi  dan Pusat Unggulan Dr. Yadi Ruyadi, M.Si mendorong UPI Kampus Tasikmalaya melahirkan pusat unggulan yang memiliki reputasi nasional dan internasional.dalam rangka mendukung program pemeringkatan perguruan tinggi. Target kedepan merencanakan mendapatkan 1000 HKI Tahun 2021 yang bersumber dari penelitian, pengabdian pada masyarakat serta program kreativitas mahasiswa (PKM). Memiliki target paten sebanyak 25 hak paten. Mendorong agar UPI Kampus Tasikmalaya menghasilkan paten dan HKI. Kita berupaya bekerja keras untuk memenuhi target capaian dan kontrak UPI dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait melahirkan wirausaha baru dalam berbagai bidang. Hal yang menjadi tantangan dalam pemenuhan borang instrument dalam  jumlah inovasi unggulan.  

Rencana Strategis Kampus UPI Tasikmalaya Tahun 2021–2025 berupaya mengakomodasi dan mengembangkan berbagai program unggulan yang dapat mendukung visi dan capaian indikator kinerja utama Universitas Pendidikan Indonesia (Humas UPI) Tahun 2021-2025.

Sumber : https://s.id/yJMAf

Muhammad Fauzan Maulana : “Pantang Pulang Sebelum Menang”

Lahir dan besar di keluarga pesepak bola membuat Fauzan telah mengenal sepak bola sejak umur 5 tahun. Berawal dari ajakan ayah dan kakeknya untuk ikut pergi ke lapangan dan melihat pemain sepak bola secara langsung, hingga memunculkan hasrat keinginan pada dirinya untuk mengenal sepak bola lebih mendalam. Sejak saat itu, Fauzan mulai diarahkan untuk bermain sepak bola dan memulai kariernya sebagai pesepak bola di Sekolah Sepak Bola (SSB). Rasa senang dan nyaman yang ditimbulkan ketika dirinya bermain sepak bola, membuat Fauzan menemukan pilihan yang tepat bagi dirinya dan menekuninya sampai dengan saat ini.

Muhammad Fauzan Maulana Putra Dino, atau lebih akrab disapa Fauzan adalah seorang remaja 19 tahun yang telah memiliki segudang prestasi dalam dunia olahraga, terutama di bidang olahraga sepak bola. Usia muda bukan menjadi penghalang baginya untuk selalu berusaha dalam menggapai cita-cita yang dia inginkan. Bahkan saat ini, dirinya telah terpilih untuk mengikuti pelatihan sepak bola di Turki. Sembari merintis kariernya dalam sepak bola, Fauzan juga sedang mengemban ilmu di program studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Kehebatan Fauzan dalam bermain sepak bola, tidak semata-mata didapatkan secara instan. Dirinya harus melewati pelatihan yang berat, gagal dalam berbagai seleksi, jauh dari keluarga, bahkan mengalami berbagai kekalahan ketika bertanding. Namun dirinya yakin jika semua itu adalah bagian dari proses perjuangan hingga dirinya bisa membuktikan hasil yang baik kepada semua orang. “Semua itu bagian proses dari perjuangan biar kita lebih baik lagi dari sebelumnya, dan bisa menunjukkan dan memberikan yang terbaik untuk tim, keluarga dan semuanya,” ujar Fauzan.

Fauzan telah membuktikan kehebatannya dalam sepak bola dengan berbagai prestasi yang telah dia dapatkan sampai dengan saat ini. Dimulai dari mengikuti Kejuaraan Internasional Singa Cup sebanyak dua kali, yaitu pada tahun 2014 dan tahun 2017, mendapatkan predikat pemain terbaik sebagai Man of The Match di ajang Liga Topscore pada tahun 2017, hingga dipanggil untuk mengikuti seleksi tim nasional Indonesia U-16 pada tahun 2017. Sayangnya, dirinya belum bisa lolos dalam seleksi tersebut. Meskipun belum bisa menembusnya, tidak mematahkan semangat Fauzan untuk mencapai impiannya.

Memiliki berbagai prestasi luar biasa dalam olahraga sepak bola bukanlah didapatkan secara mudah. Sebelum bisa mengikuti pelatihan di Turki, Fauzan sempat mengalami cedera hingga membuatnya vakum dari dunia sepak bola. Namun, cedera tidak menghalangi Fauzan untuk menambah prestasi lagi dalam hidupnya. Menjalani masa vakum selama kurang lebih 2 tahun, dirinya lebih memilih untuk terjun ke bidang olahraga atletik di beberapa nomor, mulai dari lompat jauh, lompat tinggi, hingga lompat jangkit. Fauzan merasa bahwa dirinya harus menjaga kondisi mental dan fisik serta mengisi kekosongan selama masa vakum dari dunia olahraga sepak bola.

Setelah melewati proses yang panjang, akhirnya kini Fauzan memantapkan diri untuk memilih sepak bola dan bisa melenggang jauh bermain sepak bola di negara Turki sebagai pemain center back (bek tengah). Di negara yang terletak di dua benua itu, Fauzan memiliki banyak pengalaman menarik yang tidak akan pernah dia lupakan seumur hidupnya. Meskipun mengalami kesulitan di awal kedatangannya, dirinya bisa melakukan penyesuaian dengan baik berkat teman-teman sesama Indonesia dan mulai menikmati keindahan negara Turki.

Pandemi Covid-19 menjadi salah satu kendala utama selama menjalankan pelatihan di Turki. Seharusnya liga U-19 sudah mulai dilaksanakan setiap akhir pekan, tetapi karena kebijakan pemerintah Turki yang mengharuskan lockdown di setiap akhir pekan, membuat turnamen tersebut gagal untuk digelar.

Selain latihan sepak bola di lapangan, Fauzan senang mengisi waktu kosongnya dengan melakukan workout di rumah selama akhir pekan. Dirinya memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk selalu menjaga stamina dan kondisi tubuh meskipun tidak ada jadwal latihan. Selain itu, dirinya juga gemar memainkan alat musik bersama dengan teman-temannya dari Indonesia. Waktu kosong di hari-hari biasa juga dimanfaatkan oleh Fauzan untuk menikmati suasana negara Timur Tengah itu.

Selagi menjalankan pelatihan di Turki, rasa rindu akan kampung halaman serta sosok kedua orang tua pastinya dirasakan oleh Fauzan. Dia merasa jika harus selalu berjuang secara maksimal dan memberikan hasil yang terbaik selama di Turki, hingga mampu menjadi anak yang bisa dibanggakan oleh bunda dan ayah. “Fauzan lihat perjuangan kedua orang tua, memacu Fauzan untuk maksimal di sini, seenggaknya Fauzan bisa buat bangga, jadi orang tua bangga punya anak seperti Fauzan,” ujar Fauzan.

Bagi Fauzan pendidikan tetaplah nomor satu, hal tersebut dibuktikannya dengan mengutamakan pendidikan sembari merintis karier sepak bola. Sebelum memilih UPI sebagai kampusnya yang sekarang, Fauzan memiliki keinginan untuk mengemban ilmu di Universitas Negeri Yogyakarta. Namun, karena Fauzan ingin selalu dekat dengan keluarganya Fauzan lebih memilih UPI dalam membuka peluang bagi dirinya menggapai kesuksesan di sepak bola.

Selama menjalankan perkuliahan sekaligus melakukan pelatihan di Turki, ada beberapa kesulitan yang dihadapi Fauzan terutama pada perbedaan waktu. Waktu di Indonesia lebih cepat 4 jam dibandingkan dengan Turki, sehingga ketika ada perkuliahan sekitar jam 7 pagi maka Fauzan harus sudah siap dari jam 3 pagi di Turki. Selain itu, Fauzan juga memanfaatkan tugas perkuliahan untuk mengisi kekosongan ketika tidak ada jadwal latihan di lapangan. Fauzan mengaku jika dirinya suka mengerjakan tugas kuliah lebih awal dari batas waktu pengumpulan. 

Meskipun sempat gagal dalam melakukan seleksi tim nasional Indonesia sebelumnya, Fauzan berencana untuk mengikuti seleksi tim nasional U-22 pada Sea Games nanti. Dia juga berharap kelak dirinya bisa menggapai cita-cita sebagai pelatih profesional dan membanggakan kedua orang tuanya. Fauzan mengaku akan selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik ketika menjadi seorang pesepak bola dan juga sebagai seorang mahasiswa seperti Yanto Basna, seorang pemain sepak bola asal Papua. Dia berpesan jangan pernah menyerah dalam menggapai cita-cita dan selalu mengingat kedua orang tua dalam menjalani prosesnya. “Ingatlah wajah ibu dan ayahmu ketika kamu ingin menyerah,” pungkas Fauzan (Penulis : Indira Kirani Putri)

Sumber : https://s.id/yJLD2

Rektor UPI lakukan kunjungan ke FIP untuk dengar pendapat Renstra Fakultas

Pada hari senin (01/03/2021) Kunjungan pertama Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., M.A pada tahun 2021. Kunjungan ini dilakukan bersama para jajaran pimpinan rektorat ke Fakultas Ilmu Pendidikan. Kunjungan ini bertujuan untuk mendengarkan paparan rencana dan strategi (renstra) FIP tahun 2021-2025. Selain itu juga maksud dan tujuan kunjungan tersebut merupakan salah satunya bentuk atensi yang diberikan oleh Rektor UPI kepada setiap unit kerja untuk merealisasikan rencana strategis yang telah disusun. Kegiatan ini dilakukan secara luring dan daring. Untuk kegiatan luring dilaksanakan di Gedung FIP baru lantai 10. Sedangkan untuk daring dilakukan melalui aplikasi zoom meeting yang diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan di lingkungan FIP UPI.

Fokus Renstra FIP 2021-2025 tidak jauh dari tridharma perguruan tinggi yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian pada masyarakat. Dimulai dari pendidikan rencana dan strategi FIP ialah fokus kepada Pengembangan dan pemenuhan mutu relevansi kurikulum dan penyelenggaraan pendidikan melalui program unggulan, akreditas prodi., dan institusi pada tataran nasional maupun internasional, serta kapasitas sarana prasarana yang mendukung. Fokus kedua adalah pada Penelitian yaitu Peningkatan daya dukung pendanaan, jejaring kerjasama, dan produktivitas penyelenggaraan riset yang berdampak pada bertambahnya jumlah publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi nasional, regional, dan internasional, dan yang terakhir fokus Pengabdian Pada Masyarakat ialah Peningkatan standar mutu dan kapasitas penyelenggaraan PkM yang berkontribusi terhadap kebijakan pendidikan pada tingkat nasional, serta keikutsertaan mahasiswa dalam PkM. Peningkatan tingkat Partisipasi universitas dalam perumusan kebijakan pada tingkat nasional, dan Penyelenggaraan dan pengembangan arah dan rencana induk pengabdian kepada masyarakat. inovasi hasil dari riset dalam bidang ilmu pendidikan, pendidikan disiplin ilmu, dan disiplin ilmu lainnya.serta penguatan UPI dalam penentuan kebijakan pendidikan tingkat nasional.

Diharapkan dengan  rancangan dan strategi FIP 2021-2025 dapat diselenggarakan dengan baik dan sukses untuk menjadikan FIP UPI sebagai penyelenggaraan pendidikan pada bidang ilmu pendidikan. Pada akhir kunjungan Rektor beserta jajarannya juga melihat fasilitas-fasilitas yang sudah tersedia di FIP untuk memfasilitasi belajar mahasiswa. Mohon dukungan dan kerjasamanya. FIP HEBAT UPI EDUN

Sumber : https://s.id/yJKOm