kampus_purwakarta@upi.edu +62264200395 Jln. Veteran No 8 Purwakarta 41115
Prodi UPI di Cibiru dan UPI Purwakarta selenggarakan Webinar Digital Marketing By Fawwaz Nuril Ir.  13 Okt 2021, 09:10:25 WIB

Prodi UPI di Cibiru dan UPI Purwakarta selenggarakan Webinar Digital Marketing

Mengacu pada Undang Undang No. 12 Tahun 2012 bahwa Perguruan Tinggi merupakan lembaga yang memiliki peran penting dalam menciptakan sumber daya yang kreatif dan inovatif sehingga dapat menghasilkan berbagai karya atau produk yang dapat mendorong tumbuhnya perekonomian Indonesia. Berlandaskan UU tersebut, program empat program studi di Universitas Pendidikan Indonesia kampus daerah menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat (PkM) bertajuk “Pengenalan Strategi Digital Marketing”. Tim PkM beranggotakan Hendriyana, S.T., M.Kom, Dosen Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak sebagai ketua. Kemudian Syifaul Fuada, Telekomunikasi (Sistel) Kampus UPI di Purwakarta. Muhammad Taufik & Deden Pradeka, Dosen Program Studi Teknik Komputer (Tekkom) UPI Kampus di Cibiru, dan M. Ridwan Sutisna, Program Studi Guru Sekolah Dasar (PGSD) UPI Kampus di Cibiru, dan Program Studi Sistem.

Kegiatan Webinar terselenggara khidmat pada pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB yang diikuti oleh sekitar 40 peserta pada Sabtu 18 September 2021 dengan mengundang pemateri yang berpengalaman dibidang wirausaha, yaitu Trisna Adi Pratama, S.Pd., M.Pd (City Leader Lazada Club Bandung & wirausahawan brand Milyarda) dan Abdurrahim, S.Si (wirausahawan brand Gomuda). Kegiatan dimoderatori oleh M. Ridwan Sutisna, M.Pd (Dosen PGSD UPI di Cibiru).

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari tahun kemarin, yaitu kelanjutan dari Program Inkubasi Bisnis Pengembangan Technopreneur Melalui Model Bisnis Canvas. Webinar masih dilakukan melalui platform Zoom karena masih dalam suasana pandemi. Namun bagi yang tidak dapat masuk di Zoom ini, dapat menonton streaming di Youtube” Ucap Hendriyana dalam pemberian sambutan.

Trisna sebagai pemateri pertama memberikan wawasan tentang Optimalisasi Digital Marketing Melalui Media Sosial Instagram. “Instragram memiliki beragam fitur yang mampu mendukung berbisnis sehingga disarankan bagi para pelaku usaha mengubah akun personal ke bisnis. Selain gratis, hal tersebut sangat mudah dilakukan. IG bisnis mampu menunjukkan insight yang sangat krusial dalam proses wirausaha digital, yaitu aspek konten, aktivitas, dan audien” Ungkapnya.

“Data-data ini penting sebagai masukan kita agar postingan-postingan yang berkaitan dengan promosi lebih optimal yakni menjangkau followers dan sesuai dengan rentang usia. Dengan fitur trafik, didapatkan informasi bahwa pada jam 11 siang – 1 siang dan jam 7 – 9 malam, ternyata pengunjungnya banyak dalam retang waktu tersebut karena pada jam istirahat mayoritas orang memegang smartphone sambil melakukan scroll IG. Maka dari itu, harus memaksimalkan posting pada jam-jam tersebut” Tambahnya.

Trisna menyampaikan materi lanjutan bahwa fitur yang perlu dioptimalkan lainnya adalah IG Story, IG Live, IG Reels, IG TV, dan Feed Instagram. IG Story digunakan sebagai jalan untuk membangun awareness, meningkatkan traffic, dan mengunggah konten-konten yang berkaitan dengan produk/jasa yang bersangkutan. Kemudian IG live untuk review produk/jasa yang dijual, platform untuk berbagi ilmu, promosi secara live, mengundi Giveaway. Fitur lain yang tidak ketinggalan adalah search di IG. “Carilah akun IG yang menjual produk atau jasa yang sama, lihatlah apa saja yang di posting, jam berapa saja posting dilakukan. Hal ini sebagai input yang dapat diadopsi untuk usaha kita sekaligus sebagai evaluasi diri agar lebih optimum dalam mengelola IG sebagai platform bisnis. Ini adalah proses riset” Ungkapnya. “Jangan lupa juga untuk melihat Hashtag yang paling populer, harus dilakukan riset. Tidak boleh mengarang tapi mengarung. Cari beragam hastag yang paling banyak. Setelah didapatkan, buatlah hastag pada postingan kita paling tidak 15 hingga 20 hashtag.” Tambahnya.

Trisna menekankan bahwa dalam membuat postingan tidak perlu terlu formal. Gunakanlah bahasa yang sesuai dengan audiens, renyah, enak dibaca dan diikuti. “Bahasa yang tidak baku inilah justru menarik minat konsumen jikalau dalam kasus jualan, nah kalau dikampus tetap gunakan bahasa formal, misalnya cara komunikasi ke Dosen” Ungkap Trisna yang lulusan S1 dan S2 bahasa Indonesia UPI ini. “Sekarang sudah ada fitur IG reels yang mana persis seperti Tik Tok, gunakanlah dengan bijak fitur tersebut untuk mensupport akun IG bisnis anda”.

“Usahakan secara istiqomah 1 hari unggah feed 3 sampai 6 konten, jangan terlalu banyak. Lakukan tagging, filter secukupny, dan bagikanlah ke stories untuk menambah daya jangkau” Tambahnya melanjutkan.

Trisna menutup presentasinya dengan motivasi, bahwa dalam menjalankan usaha harus Konsisten, Persisten, dan Memiliki strong why. “Ikutilah komunitas bisnis di regional tempat anda tinggal. Seperti saya misalnya mengikuti komunikasi Shopee, Lazada, dan banyak lagi. Belajar ke para pelaku usaha lainnya. Jangan mudah menyerah, berusaha memahami keadaan sekitar yang sekiranya bisa menjadi tantangan atau peluang, mengikuti market apakah produk atau jasa masih relate dengan kondisi saat ini”. Jadi, mahasiswa yang berperan all in one entrepreneur (marketer, social content creator, live cycle produksi sekaligus) tetap akan bertahan, karena telah memiliki motivasi yang sangat kuat atau memiliki strong why. “Usaha perlu proses, bilamana bersabar, suatu saat akan memiliki dana yang cukup untuk menyewa pekerja yang membantu memperlanjar jalannya usaha” Pungkasnya.

Abdurrahim melanjutkan pematerian sebagai pembicara kedua, ia membawakan materi tentang perlunya digitalisasi UMKM melalui E-Commerce. Dikatakan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam meningkatkan GDP Indonesia, baik skala kecil maupun skala besar.

Di Indonesia terdapat banyak E-Commerce, seperti Shoope, Tokopedia, Bukalapak, Lazada yang dapat dimanfaatkan fitur-fiturnya untuk mendukung bisnis. “Dipilih keempat tersebut karena menurut data merupakan empat besar marketplace berdasarkan data iPrice pada Q2 2021 dengan parameter jumlah pengunjung bulanan, jumlah karyawan, rangking Appstore, rangking Playstore. Akan lebih baik apabila keempatnya dimanfaatkan sepenuhnya dalam mendukung bisnis kita” Ungkapnya.

Abdurrahim dalam pemateriannya menyampaikan perbedaan fitur seller keempat marketplace tersebut dalam hal fitur promosi, pencairan dana, level seller dan metode pembayaran. “Keempat market place tersebut gratis pendaftaran oleh siapa saja” Ucapnya.

Pemateri menjelaskan detail step-by-step bagaimana pendaftaran dan pengaturan di keempat marketplace tersebut yang tentunya mind blowing bagi para peserta kegiatan karena kebanyakan hanya memiliki satu marketplace saja atau bahkan belum memiliki (hanya di IG saja). Tips dan trik menjual produk di marketplace juga diberikan oleh Abdurrahim, bahwa produk harus ready stock, quality control terjaga, packaging rapi dan nyaman, serta usahakan ada ucapan terimaksih berupa kartu untuk menambah kesan positif dan branding. “Boleh diberikan voucher atau sticker” Tambahnya. “Pastikan pelayanannya baik seperti respon cepat, packaging yang bagus, pengiriman cepat, penanganan komplain yang solutif, serta pastikan ulasan pembeli diperiksa secara berkala dimana paling tidak mendapatkan minimal bintang empat” Lanjutnya.

Setelah kegiatan ini selesai diselenggarakan, akan dilanjutkan dengan kegiatan pendampingan bagi para peserta webinar oleh keempat Dosen pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini selama kurang lebih 3 minggu, yaitu pendampingan pembuatan marketplace, optimasi Instagram, dan pembuatan Linktree untuk mengaitkan marketplace yang sudah dibuat dengan website, youtube channel, kontak WhatsApp, dan alamat Google Map. Sebagai informasi, Linktree akan dibuat dengan bahasa HTML yang mana mudah diikuti bagi semua mahasiswa peserta kegiatan.

Syifaul Fuada, S.Pd., M.T.
Dosen Prodi S1 Sistem Telekomunikasi Universitas Pendidikan Indonesia kampus di Purwakarta

Sumber : https://s.id/HIhvS