Purwakarta– Projek Karya Seni Rupa Tiga Dimensi dengan mengolah bahan sederhana, mudah ditemukan dan murah yang biasa dipergunakan sehari-hari, terbingkai dalam Projek Nirmana 3 Dimensi pada Mata Kuliah Pembelajaran Seni Rupa di SD.
Berbagai karya Nirmana 3 Dimensi berhasil dikumpulkan dengan jumlah kurang lebih 20 karya yang tergabung dalam kelompok kelas 4A, 4B,4C,4D. mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (Prodi PGSD) UPI Kampus di Purwakarta. Bertempat di kompleks UPI Kampus Purwakarta, Rabu 14 Mei 2025.
Tiara Yogiarni, M.Pd selaku dosen pengampu Mata Kuliah Pembelajaran Seni Rupa di Sd menuturkan bahwa mahasiswa diberikan waktu selama dua pekan untuk mengerjakan karya seni rupa nirmana 3 dimensi.
“Waktu pengerjaanya selama 2 pekan, mahasiswa mengerjakan secara berkelompok dan untuk bahan-bahannya, mahasiswa bebas memilih bisa dari stik ice cream, tusuk sate, tusuk gigi bahkan dari benang pun diperbolehkan,” ungkapnya.
Lebih lanjut Tiara menjelaskan bahwa tujuan dari adanya projek pembuatan karya 3 Dimensi untuk mengembangkan kreatifitas dan imajinasi mahasiswa, bahwa karya seni 3 dimensi tidak terbatas pada patung.
“Adanya projek karya seni rupa 3 dimensi ini yakni memberikan gambaran kepada mahasiswa Prodi PGSD bahwa karya seni rupa 3 dimensi tidak terbatas pada patung saja, selain itu juga untuk mengembangkan kreatifitas dan imajinasi mahasiswa,” kata Tiara.
Selain itu tujuan dari kegiatan tersebut yakni untuk menyalurkan ekspresi diri, mendorong Kerjasama tim, serta menumbuhkan rasa percaya diri.
“ Mahasiswa dilatih untuk berkreasi dalam bentuk visual yang nyata dan memiliki volume, juga karya seni 3 dimensi menjadi media untuk menyampaikan ide, emosi, atau pesan pribadi dalam bentuk fisik,” tuturnya.
Tiara juga berharap dengan adanya projek tersebut, dapat menjadikan mahasiswa lebih enjoy dalam mengenal dan belajar terntang seni tanpa adanya paksaan melainkan kegembiraan yang tertuang dalam karya-karya yang tercipta.
“Semoga mahasiswa dapat lebih enjoy dalam mengenal seni, mempelajari seni tanpa keterpaksaan, mengalir saja, bergembira tertuang dalam karya-karya yang luar biasa yang tercipta dari tangan-tangan terampil mahasiwa PGSD,” pungkasnya.
Leni Nurhafidah mahasiswa PGSD Angkatan 2023 menyampaikan bahwa projek tersebut membawanya keluar dari zona nyaman yang merupakan tantangan baru untuk menciptakan karya nirmana 3 dimensi.
“Sebagai mahasiswa PGSD yang tidak terlalu mendalami seni, projek ini membawa saya keluar dari zona nyaman, banyak sekali tantangan yang terasa tentunya juga diperlukan ketelitian, pemikiran kraetif, secara keseluruhan saya menikmati prosesnya dan tentunya senang dapat menyelesaikan projek ini, ” ungkap Leni.
Leni mengimbuhkan bahwa kelompoknya mengmbil bentuk seperti kepala burung dengan kepakan sayap yang penuh warna dan diberi nama “Pakshara” diambil dari Bahasa Shansekerta Paksha artinya sayap.
“Makna dalam karya Pakshara adalah symbol harapan, kebebasan dan semangat untuk terus terbang tinggi, layaknya kepakan sayap yang menghia langit,” tutup Leni. Koresponden PGSD/Tiara.



