Purwakarta, Salah satu upaya Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Matematika Kampus UPI di Purwakarta dalam mendorong kontribusi untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) pendidikan berkualitas yakni melalui pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat guna mengedukasi warga Desa Bojong Timur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta lewat program Matematika Outdoor: Eksplorasi Konsep Geometri di Alam, Selasa (1/7/2025).
Kegiatan yang bertajuk “Matematika Outdoor: Eksplorasi Geometri di Alam” tersebut merupakan bagian dari upaya Kelompok Bidang Keahlian Matematika (KBK MTK) dengan dosen yang terlibat adalah Dr. Hafiziani Eka Putri, M.Pd, Alfiana Nurussama, S.Pd., M.Pd dan Teten Ginanjar Rahayu, S.Pd., M.Pd, bertujuan untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya teoritis, tapi juga kontekstual, menyenangkan, dan bermakna.
Ketua Pengabdian Dr. Hafiziani Eka Putri, M.Pd , menuturkan bahwa matematika bukan sekadar angka tapi juga bisa dijumpai dalam alam sekitar, bentuk-bentuk di sekitar kita, dan pengalaman yang menyenangkan.
“Kami percaya bahwa matematika bukan sekedar angka di papan tulis tapi bisa dijumpai di alam sekitar. Bahagia rasanya melihat antusiasme anak-anak dalam mengikuti kegiatan,” kata Dr. Eka.
Kegiatan pengabdian tersebut merupakan kolaborasi yang bekerja sama dengan Yayasan Nurul Islam dan komunitas Livicom ini,
“Sebanyak 51 siswa SD dari kelas I hingga VI dan lima siswa SMP sebagai pendamping, turut ambil bagian dalam kegiatan edukatif ini,” kata Hafiziani saat dikonfirmasi melalui gawainya,” imbuhnya.
Dr. Eka menambahkan semangat mereka menjadi pengingat bawha setiap anak berhak mendapatkan Pendidikan.
“Semangat mereka menjadi pengingat bagi kami bahwa setiap anak, dari latar belakang apa pun, berhak mendapatkan pendidikan yang memerdekakan dan memberdayakan,” pungkasnya.
Sambutan hangat disampaikan oleh Sekretaris Desa Bojong Timur, Agung megucapkan terima kasih atas kegiatan sarat manfaat ini. “Terlebih, anak-anak menjadi semangat dalam belajar karena pembelajarannya jadi menyenangkan, inovatif dan efektif,” ucapnya.
Pihaknya berpesan agar pengabdian atau kegiatan seperti ini tidak hanya berlangsung satu kali tetapi bisa berlanjut untuk ke depannya.
Program ini juga membuka ruang kolaborasi lebih luas antara perguruan tinggi dan masyarakat desa, serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam bidang pendidikan berkualitas, ujar Agung.
Salah satu peserta Aira (kelas 4) memberi tanggapan bahwa Kegiatan pengabdiannya sangat seru!
“Seru banget, tadi ada peta harta karun yang bikin penasaran dan semangat buat menyelesaikan setiap posnya. Biasanya kan belajar di kelas terus, tapi sekarang belajar di alam sambil main, jadi lebih seru,” kata Aira. Kontributor PGSD/Tiara.




