Purwakarta, Selasa, 22 Juli 2025–Departemen P2M HIMA PGSD Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Purwakarta kembali menggelar program Sekolah Binaan. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kegiatan PGSD Mengabdi, yang dilaksanakan selama dua hari pada 21–22 Juli 2025 di SDN 2 Bojong Timur, Kampung Depok Pasir, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta.
Kegiatan yang mengangkat tema “Air Bersih di Tangan Kita, dari Ide Kita Sampah Tertata” tersebut bertujuan membangkitkan kesadaran dan keterlibatan aktif generasi muda dalam menjaga lingkungan. Melalui edukasi tentang air bersih dan pengelolaan sampah, program ini mengajak siswa berpikir kreatif dan bertindak nyata dalam memelihara kebersihan lingkungan sekitar. Hal ini merupakan langkah penting dan nyata untuk menunjang pendidikan berkualitas sesuai dengan tujuan dari SDGs.
Ketua pelaksana, Chantica Wulandari, menjelaskan bahwa kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif. Hari pertama diisi dengan penyampaian materi tentang pentingnya air bersih dan pemilahan sampah, serta praktik membuat alat penjernih air. Pada hari kedua, siswa diajak untuk membuat tempat sampah dari galon bekas yang dihias sendiri, serta ikut serta dalam kegiatan kerja bakti bersama warga dalam rangka pemecahan rekor MURI Kabupaten Purwakarta yang melibatkan seribu orang.
Chantica Wulandari berharap kegiatan tersebut tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menjadi kenangan berarti bagi seluruh siswa dan memberi dampak positif yang berkelanjutan bagi sekolah
“Siswa kelas 5 sangat antusias dan aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan,” ujar Chantica.
Pihaknya menambahkan bahwa kegiatan tersebut mendapatkan sambutan hangat dari pihak sekolah dan masyarakat sekitar. Dukungan fasilitas serta antusiasme yang tinggi membuat kegiatan berjalan dengan lancar meski sempat mengalami beberapa kendala teknis yang dapat diatasi berkat kekompakan panitia dan bantuan para guru.
Salah satu panitia, Wina dalam kesan dan pesannya, mengungkapkan bahwa keterlibatan dalam program ini menjadi pengalaman yang penuh makna.
“Dari awal dengar ide membuat alat filtrasi air dan tong sampah, saya langsung yakin ini bukan pengabdian biasa. Rasanya luar biasa melihat hasil kerja keras kita benar-benar bermanfaat. Ini bukan hanya untuk anak-anak, tapi juga menjadi proses belajar yang sangat berharga buat kami sebagai calon guru,” ungkapnya.
Penutupan kegiatan dilakukan dengan pemberian cenderamata fungsional kepada pihak sekolah, seperti tempat sampah daur ulang dan media edukatif lainnya. Koresponden PGSD/Tiara.



