Home  >  Berita

HIMA PGSD UPI Purwakarta Gelar “Education and Trip 2025” : Edukasi Lingkungan dan Pengabdian Masyarakat

Purwakarta-Himpunan Mahasiswa (HIMA) PGSD Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Purwakarta melalui Departemen P2M sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Education and Trip 2025”. Kegiatan tersebut terlaksana selama empat hari, mulai tanggal 21 hingga 23 Juli 2025. Program pengabdian masyarakat ini berlangsung di Desa Bojong Timur, Kampung Depok Pasir, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta. Rabu, 23 Juli 2025.

Kegiatan ini bertujuan membentuk pola pikir dan perilaku peduli terhadap lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah dan pelestarian tanah. Rangkaian acara yang dilaksanakan secara luring ini mencakup edukasi pembuatan alat pirolisis untuk mengelola sampah anorganik menjadi bahan bakar, dan pembuatan lubang biopori untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk ramah lingkungan. Selain itu, peserta juga terlibat dalam kegiatan kebersihan lingkungan, permainan edukatif, serta penutupan kegiatan dengan wisata ke lokasi sekitar.

Ketua pelaksana kegiatan, Deren Ardiansyah, menyampaikan bahwa kegiatan “Education and Trip 2025” merupakan bagian dari program PGSD Mengabdi, yang sekaligus menjadi bentuk implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian Masyarakat dan yang tidak kalah penting, melalui kegiatan pengabdian ini sekaligus dapat membekali mahasiswa untuk nantinya dapat terampil dalam mengimplementasikan keilmuannya di masyarakt untuk menunjang Pendidikan berkualitas, Pembangunan berkelanjutan.

“Kami berharap edukasi yang diberikan dapat bermanfaat, menambah wawasan, serta menjadi salah satu solusi nyata dalam mengurangi permasalahan sampah. Terima kasih kepada pihak akademik kampus, desa, sekolah, sponsor, dan seluruh panitia atas dukungan dan kontribusinya,” ujar Deren.

Salah satu relawan, Rafi Zaidan (angkatan 2023), juga membagikan pengalamannya mengikuti kegiatan ini. Ia mengungkapkan bahwa motivasinya mengikuti PGSD Mengabdi adalah untuk merasakan langsung terjun ke masyarakat dan mengamalkan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah.

“Ini bukan sekadar tugas, tapi panggilan hati. Saya berharap kegiatan ini terus berlanjut dan menjadi wadah untuk membentuk calon guru yang tidak hanya pintar mengajar, tapi juga punya kepedulian sosial yang tinggi,” tutur Rafi.

Kegiatan “Education and Trip 2025” menjadi bukti nyata semangat pengabdian mahasiswa dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan. Harapannya, program ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak wilayah yang membutuhkan. Koresponden PGSD/Tiara.

Skip to content