Home  >  Berita

Harmoni Desa: Kolaborasi LEPPIM UPI Purwakarta dan Masyarakat Margasari Wujudkan Desa Mandiri dan Berdaya Saing

Lembaga Penelitian dan Pengkajian Intelektual Mahasiswa (LEPPIM) UPI Purwakarta melalui program unggulannya Harmoni Desa melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat sebagai wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Program ini tidak hanya fokus pada pemberdayaan masyarakat, tetapi juga menekankan kolaborasi lintas generasi, mulai dari anak-anak, petani, hingga karang taruna.

Kali ini, program Harmoni Desa menyasar Desa Margasari, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, sebuah desa yang kaya akan potensi alam terutama di sektor pertanian. Melihat peluang besar tersebut, mahasiswa berupaya menghadirkan inovasi dan pendampingan untuk mendorong pengembangan potensi lokal serta meningkatkan kemandirian warga. Bagi sektor pertanian, masyarakat diberikan pendampingan terkait pengolahan hasil panen serta inovasi pemanfaatan limbah. Salah satunya melalui pembuatan briket dari sekam. Sekam yang sering kali di anggap limbah pertanian ini sebelumnya jarang dimanfaatkan kini dapat diolah menjadi energi alternatif ramah lingkungan dan bernilai ekonomis. Dengan teknologi sederhana, masyarakat diajarkan cara memproduksi briket sekaligus strategi pemasaran agar hasilnya bisa bernilai jual. Untuk anak-anak, tim LEPPIM membuat Alat Permainan Edukatif (APE) dari bahan daur ulang. Selain melatih aspek perkembangan anak usia dini, APE juga mengajarkan nilai kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Sedangkan untuk kalangan pemuda atau karang taruna, kegiatan difokuskan pada sosialisasi manajemen organisasi, dan marketing kelembagaan desa untuk meningkatkan potensi lokal. Harapan kami, kelompok masyarakat desa mampu mengembangkan produk lokal secara lebih profesional dan berdaya saing.

Pada Jumat, 15 Agustus 2025, kegiatan pengabdian masyarakat berlangsung di SPS Melati II. Bersama anak-anak, para pendidik dan mahasiswa membuat Alat Permainan Edukatif (APE) dari bahan sederhana. Anak-anak diajak langsung terlibat dalam proses pembuatannya, sehingga mereka tidak hanya bermain tetapi juga belajar berkreasi. Kegiatan ini menjadi solusi atas keterbatasan media digital di lingkungan PAUD Melati, sekaligus memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan. Alat Permainan Edukatif ini juga kami mengambil dari beberapa aspek perkembangan anak usia dini yaitu perkembangan fisik-motorik, perkembangan kognitif, perkembangan bahasa, perkembangan sosial-emosional, dan perkembangan seni.

Sementara itu, pada Jumat, 15 Agustus 2025, di Desa Margasari dilaksanakan pelatihan pembuatan briket sekam bersama bapak dan ibu warga desa. Biasanya arang sekam digunakan sebagai media tanam, namun kali ini masyarakat diajak berinovasi menjadikannya briket, dan antusiasme warga pun cukup tinggi. Kami membuat kegiatan pelatihan di mana diawali dengan pengenalan alat dan bahan, langkah-langkah pembuatan, dan praktek langsung pembuaatan briket arang ini bersama warga, dan kami pun tidak lupa melakukan pretest dan postest yang harus diisi oleh warga untuk melihat bagaimana pendapat warga tentang briket arang ini, apakah mudah untuk di buat?, apakah briket arang ini dapat bermanfaat?, apakah warga setelah praktek ini mau membuat arang briket?.

“Saya benar-benar tertarik dengan arang sekam ini. Alat dan bahannya mudah, saya akan mencoba membuat dan menjualnya,” ungkap Bapak Lili, salah satu warga.

Kegiatan pelatihan ini dapat memanfaatkan limbah sekam yang selama ini hanya digunakan sebagai media tanam, masyarakat kini memperoleh pengetahuan baru untuk mengolahnya menjadi briket yang lebih bermanfaat. Hasil pelatihan ini tidak hanya menambah wawasan dan keterampilan warga, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang dapat meningkatkan perekonomian keluarga. Briket sekam yang ramah lingkungan ini dapat menjadi alternatif energi pengganti kayu bakar maupun arang biasa, sehingga turut mendukung kelestarian lingkungan. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menumbuhkan semangat kebersamaan, kreativitas, serta kesadaran untuk berinovasi dalam memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki desa.

Rangkaian pengabdian dilanjutkan pada Sabtu, 16 Agustus 2025, melalui sosialisasi manajemen organisasi untuk Karang Taruna. Dalam kegiatan ini, para pemuda diajak belajar mengenai dasar-dasar pengelolaan organisasi, pembagian tugas, serta strategi komunikasi yang efektif. Selain itu, disampaikan pula materi mengenai branding, produksi, dan marketing sebagai bekal Karang Taruna dalam mengelola usaha desa.

Tidak hanya teori, peserta juga diajak berdiskusi dan berlatih membuat rencana sederhana untuk memasarkan produk desa. Salah satu contoh nyata yang dibahas adalah bagaimana briket sekam yang sudah berhasil dibuat warga dapat dipasarkan dengan kemasan menarik dan strategi penjualan yang lebih terarah. Suasana sosialisasi berjalan interaktif, karena para pemuda antusias menyampaikan ide-ide mereka terkait peluang usaha desa.      

Dengan hadirnya program Harmoni Desa oleh LEPPIM UPI Purwakarta, masyarakat Desa Margasari tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga dorongan semangat untuk berinovasi, berdaya saing, dan mandiri dalam memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki.

Ketua Pelaksana, Annida Almaidani menyampaikan kesannya bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman berharga sekaligus sarana belajar bersama masyarakat. “Kegiatan ini bukan hanya tentang berbagi ilmu, tapi juga tentang membangun ikatan hati antara kami dan masyarakat desa. Desa mengajarkan kami juga arti pentingnya mendengar, memahami, dan berjalan bersama” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua LEPPIM UPI Purwakarta, Leni Nurhafidah menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen LEPPIM sebagai UKM yang mendalami bidang penelitian dan pengabdian. “LEPPIM berusaha menghadirkan program yang tidak hanya bermanfaat secara akademis, tetapi juga memberi dampak langsung bagi masyarakat. Harmoni Desa adalah langkah kami untuk menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata di lapangan,” ujarnya.

Harmoni Desa, sebarkan cerita hidupkan Harsa.

Skip to content