Purwakarta – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sistem dan Teknologi Informasi (HIMA PSTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Purwakarta kembali menghadirkan program unggulannya, Brain Talks, sebagai ruang berbagi wawasan, ide, dan inspirasi. Edisi kali ini mengusung topik “Run Program Menjadi Dosen: Perjalanan Hidup Anti Debugging”, menghadirkan narasumber Ulva Alviani, dosen Prodi PSTI UPI Purwakarta, yang membagikan perjalanan hidupnya mulai dari masa sekolah hingga meniti karier di dunia akademik.
Dipandu oleh Tara lestari Safitri dan Vira, Brain Talks menghadirkan obrolan ringan namun sarat makna. Ulfa mengisahkan bahwa sejak kecil ia tidak pernah bercita-cita menjadi dosen impian awalnya justru menjadi dokter. Namun, keterbatasan biaya membuatnya mengalihkan langkah ke dunia teknologi informatika. Dari situlah perjalanannya dimulai, mulai menjadi programmer, business analyst, hingga system analyst, sebelum akhirnya menjadi dosen tetap di UPI.
Ulva Alviani menekankan pentingnya kemampuan analisis bagi siapa pun yang berkarier di bidang teknologi informasi. “Analisis adalah core value di bidang TI. Bukan hanya system analyst, programmer pun perlu kemampuan analisis yang kuat untuk membedah masalah dan merancang solusi yang tepat,” ujarnya. Ia juga menggaris bawahi bahwa teknologi terbaru tidak selalu menjadi solusi, melainkan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan konteks masalah yang dihadapi.
Dalam sesi tersebut, Ulva Elviani menggunakan analogi pemrograman untuk menggambarkan tantangan hidupnya. Ia menyebut “titik koma” layaknya batu kerikil kecil yang sering luput dari perhatian, namun bisa menghambat jalannya program. Pesannya, jadilah seperti Python—sederhana namun tetap berjalan meski tanpa “titik koma”—sebagai filosofi untuk menghadapi hambatan kecil dalam hidup.
Selain itu, Ulva Elviani berbagi pengalaman berharga sebagai dosen, termasuk pembelajaran bahwa setiap mahasiswa memiliki kemampuan yang berbeda-beda. “Kita tidak bisa memaksakan kehendak kepada semua orang, tapi kita bisa mencoba memahami mereka,” katanya. Ia juga menceritakan pentingnya networking sebagai kunci dalam mengembangkan diri, baik di dunia industri maupun akademisi.
Ketua HIMA PSTI menyampaikan bahwa Brain Talks merupakan wadah untuk mengasah pola pikir kritis mahasiswa dan memperkaya wawasan di bidang pendidikan, teknologi, dan pengembangan diri. Kegiatan ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) dan SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), dengan memberikan inspirasi kepada generasi muda untuk terus belajar dan beradaptasi di era digital.
Dengan kisah inspiratifnya, Ulfa berharap mahasiswa PSTI dan generasi muda dapat terus berproses tanpa takut menghadapi “debugging” dalam hidup, serta tetap sederhana namun tangguh dalam menghadapi tantangan.



