Purwakarta, September 2025 — Kerja sama antara Kampus UPI di Purwakarta dan Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia, diperkuat melalui penandatanganan kerja sama serta pelaksanaan program kolaboratif. Pada Senin, 29 September 2025. Pertemuan itu dihadiri oleh Prof. Dr. Yayan Nurbayan, M.Ag. selaku Direktur, Dr. H. Suprih Widodo, S.Si., M.T. sebagai Wakil Direktur Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Penjaminan Mutu, serta Kaprodi dan dosen PGSD serta team Dr. Kama Shaffeei dari UPSI. Dalam sambutannya, Dr. Kama Shaffeei menyampaikan sejumlah agenda strategis yang akan dijalankan bersama, seperti konferensi mahasiswa UPI–UPSI pada 19–21 November 2025 di UPI Bandung, kerja sama P3K dengan Lab School UPSI, peluang pertukaran dosen dan mahasiswa, serta rencana UPSI membuka jenjang Sekolah Menengah Pertama sebagai bagian dari ekspansi institusional.
Menanggapi paparan tersebut, Prof. Dr. Yayan Nurbayan menyatakan dukungan penuh terhadap program kolaboratif. Beliau mengajak seluruh sivitas akademika UPI Purwakarta untuk aktif berpartisipasi dalam publikasi bersama, riset lintas institusi, dan pertukaran pelajar. Meski Nota Kesepahaman (MoU) antara UPI dan UPSI telah ada, beliau menegaskan bahwa langkah selanjutnya adalah menyusun Implementation Arrangement (IA) antara UPI Purwakarta dan UPSI agar program-program kerja sama dapat dikelola secara sistematis dan konkret.

Dalam jalannya diskusi, usulan perluasan kerja sama juga muncul. Dr. H. Suprih Widodo, S.Si., M.T. menyampaikan bahwa kolaborasi tidak hanya terbatas pada PGSD, melainkan bisa diperluas ke program studi seperti PSTI, Sistem Telekomunikasi (Sistel), dan MKB. Karena tim dari UPSI memiliki kompetensi di bidang ICT, ada potensi sinergi di bidang teknologi pendidikan dan digital.
Keua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UPI Purwakarta, Dr. Neneng Sri Wulan, M.Pd. memaparkan beberapa agenda kerja sama diantaranya Adjunct Professor dari UPSI untuk mengajar mata kuliah Bimbingan Konseling pada 9 Oktober 2025, perkuliahan pada summer course pada 6 Oktober, dan pemateri dari UPSI untuk konferensi internasional ICETI di Kampus UPI Purwakarta pada 15 November. Selain itu, program student mobility, di mana mahasiswa UPI akan mengikuti magang di sekolah UPSI dari 27 Oktober hingga 20 November 2025.
Dr. Kama Shaffeei dan tim dari UPSI memaparkan keahlian teknis yang dapat menjadi basis kolaborasi: pengembangan Learning Management System (LMS), integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan melalui KamaPedagogi dan aplikasi kamaai.app, analisis data industri, pelatihan pedagogik digital, serta standarisasi kurikulum teknologi pendidikan.
Pertemuan luring itu menegaskan bahwa kerja sama antara Kampus UPI di Purwakarta dan UPSI bukan sekadar formalitas, tetapi kelanjutan kemitraan yang sudah berjalan lama. Penandatanganan MoU dan realisasi program sebelumnya menjadi pijakan kuat untuk memperluas kerja sama di bidang penelitian bersama, pertukaran akademik, dan inovasi pendidikan digital.
Kolaborasi ini selaras dengan komitmen UPI Kampus di Purwakarta terhadap beberapa Sustainable Development Goals (SDGs). Program seperti pertukaran pelajar dan dosen mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Tujuan, yang mendorong kerja sama antar institusi dalam rangka mencapai pembangunan berkelanjutan. Pengembangan LMS, integrasi AI dalam pendidikan, dan pelatihan pedagogik digital memperkuat SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dengan menjamin akses pendidikan dan pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan merata. Sementara standarisasi kurikulum dan keahlian di bidang teknologi mendukung SDG 9: Inovasi, Industri, dan Infrastruktur, sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur pendidikan dan teknologi yang responsif terhadap tantangan zaman.
Dengan rancangan aksi konkret dari diskusi tersebut, kolaborasi ini diharapkan menghasilkan dampak nyata: peningkatan mutu akademik, pembelajaran inovatif, dan pengembangan generasi unggul yang siap bersaing secara internasional. Kampus UPI di Purwakarta dan UPSI Malaysia menegaskan komitmennya menjadi mitra strategis dalam pendidikan tinggi global.



