Purwakarta_Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UPI Kampus Purwakarta menggelar Workshop Kewirausahaan dengan tema “From Hard Work to Smart Work: Membangun Mindset Entrepreneurial Menuju Financial Freedom”. Di Aula Barat, Kompleks UPI Purwakarta pada Jumat 24 Oktober 2025.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara PGSD UPI Purwakarta dan EDU.ID Learning Center, menghadirkan pemateri berpengalaman: Ani Solihat, S.Pd., SST., M.M. dan Dr. Yupi Yuliawati, S.Pd., M.M., serta didampingi oleh Jennyta Caturiasari, M.Pd. dan Primanita Sholihah Rosmana, M.Pd. sebagai dosen pengampu.
Ketua panitia, Adi Candra menyampaikan bahwa Workshop ini bertujuan membangun mindset entrepreneurial mahasiswa agar mampu membedakan antara bekerja keras dan bekerja cerdas, sebagaimana dijelaskan dalam konsep Cashflow Quadrant.
“Melalui workshop ini, mahasiswa diajak untuk tidak hanya bergantung pada gaji dari pekerjaan, tetapi juga berani membuka peluang bisnis yang memberikan finansial.
Jennyta Caturiasari, M.Pd. menyampaikan bahwa peserta juga dibekali kemampuan merancang model bisnis menggunakan Business Model Canvas, alat strategis yang menvisualisasikan dan menganalisis 9 elemen penting dalam bisnis mulai dari segmen pelanggan, proposisi nilai, saluran distribusi, hingga aliran pendapatan.
Jennyta berharap mahasiswa PGSD harus punya semangat enterpreneur.
“Jadilah pendidik yang juga pencipta peluang. Dengan mindset ini, lulusan Prodi PGSD UPI Purwakarta bisa menjadi magnet financial freedom bukan hanya mengandalkan gaji, tapi juga menciptakan sumber penghasilan dari ide-ide kreatif sehingga memiliki semangat enterpreneur. Sehingga kegiatan ini dapat membekali mahasiswa pada pendidikan berkualitas yang sejalan dengan SDGs”
Dalam sesi interaktif, mahasiswa menganalisis studi kasus bisnis Teh Poci, Gojek, dan Airbnb, yang memperlihatkan sistem franchise maupun platform digital dapat menciptakan passive income bagi pelakunya. Seperti disampaikan dalam materi,
Salah satu pesan yang menjadi refleksi bagi mahasiswa Adalah “Gaji bukan satu-satunya rezeki. Tidak semua orang punya gaji, tetapi setiap orang punya rezeki.”
Selain teori, workshop juga diarahkan untuk membantu mahasiswa merancang proposal bisnis P2MW (Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha). Peserta diajak membuat business plan yang memberikan solusi bagi masalah masyarakat atau UMKM, lengkap dengan desain produk, brand, logo, dokumentasi kegiatan, dan strategi promosi digital. Koresponden PGSD/Tiara.



