Purwakarta, Oktober 2025 — Dalam rangka menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tim dosen dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Kutamanah, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta. Kegiatan ini diketuai oleh Muhammad Rizalul Wahid, S.Si., M.T., serta melibatkan dosen Mahmudah Salwa Gianti, S.T., M.Eng., dan Liptia Venica, S.T., M.T., dengan dukungan mahasiswa dan partisipasi aktif masyarakat Desa Kutamanah.
Kegiatan pengabdian ini juga mendapat dukungan dari UPI dan Badan Perencanaan dan Riset Daerah (BAPERIDA). Fokus utama kegiatan PKM tahun ini adalah penerapan inovasi energi terbarukan berbasis Internet of Things (IoT) melalui pembuatan bank energi berbasis panel surya serta penerangan jalan umum (PJU) terintegrasi IoT.
Persiapan kegiatan dimulai sejak Juni hingga Juli 2025, sementara implementasi alat dilakukan pada 27 Agustus 2025. Inovasi ini menggabungkan teknologi panel surya dengan sistem IoT yang mampu mendeteksi suhu, daya, dan kelembapan lingkungan. Selain menghasilkan alat yang bermanfaat secara langsung bagi masyarakat, tim juga menargetkan luaran akademik berupa Hak Kekayaan Intelektual (HKI), publikasi ilmiah, serta artikel jurnal terindeks sebagai bentuk kontribusi ilmiah dari kegiatan pengabdian ini.
Menurut Muhammad Rizalul Wahid, kegiatan ini penting untuk mendukung kebijakan energi nasional sekaligus mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yaitu SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 9 (Inovasi dan Infrastruktur), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Ia juga menambahkan bahwa pengabdian ini selaras dengan Rencana Strategis UPI 2021–2025 yang menekankan inovasi, keberlanjutan, dan kontribusi nyata terhadap masyarakat.
Hasil kegiatan telah memberikan dampak nyata bagi warga Desa Kutamanah. Jalan yang sebelumnya gelap kini menjadi terang, membuat anak-anak merasa lebih aman saat beraktivitas di malam hari. Warga pun menyampaikan rasa puas karena lampu PJU berfungsi dengan baik, dan bank energi dapat digunakan untuk mengisi daya perangkat elektronik.
Masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi terhadap alat yang dikembangkan. Mereka aktif bertanya mengenai cara kerja, perawatan, serta penanganan alat jika mengalami kerusakan. “Warga sangat tertarik melihat teknologi yang kami bawa. Mereka ingin tahu bagaimana alat ini bisa tetap awet dan berfungsi dalam jangka panjang,” ungkap salah satu mahasiswa anggota tim pengabdian.
Pemilihan Desa Kutamanah sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Daerah ini sebelumnya memiliki banyak jalan yang belum memiliki penerangan memadai, padahal anak-anak sekolah harus berangkat pagi dalam kondisi masih gelap. Dengan adanya inovasi ini, tim berharap dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui akses energi yang aman, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
Melalui kegiatan ini, tim dosen UPI berharap dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya energi terbarukan serta memperkuat sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam menciptakan solusi berkelanjutan untuk kehidupan yang lebih baik.



