Purwakarta_Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Purwakarta menggelar kegiatan International Summer Course 2025 dengan tema “Exploring Education and Indonesian Culture”. Kegiatan ini berlangsung selama Oktober hingga November 2025 dan diikuti mahasiswa dari berbagai negara, antara lain Indonesia, Timor Leste, Kamboja, Laos, Sri Lanka, Malaysia, dan Afrika Selatan.
Program internasional ini menghadirkan sesi pembelajaran yang inovatif dengan pendekatan interaktif melalui mata kuliah Literacy, Mathematics, Science, dan ICT for Future Classrooms. Kegiatan dikemas dalam bentuk Global Learning Sessions, Collaborative Projects, Cultural Immersion, dan International Competitions yang mempertemukan mahasiswa lintas negara untuk saling bertukar ide dan pengalaman belajar.
Kepala Program Studi PGSD UPI Purwakarta, Dr. Neneng Sri Wulan, M.Pd., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Program ini menjadi bukti nyata bahwa PGSD UPI Purwakarta berkomitmen mencetak calon guru berwawasan global bermuara pada Pendidikan berkualitas sejalan dengan SDGs,” ujarnya.
Dr. Neneng menambahkan bahwa melalui Summer Course, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga membangun jejaring internasional dan memahami keberagaman budaya dunia.
“ Semoga kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkembang dengan kolaborasi yang lebih luas,” imbuhnya.
Kegiatan ini menghadirkan pembicara inspiratif dari berbagai universitas dan institusi, di antaranya Verra Wulandary, S.Pd., M.Ed. (Hiroshima University, Jepang), Asst. Prof. Dr. Sommay Shingphachanh (Khangkhay Teacher Training College, Laos), serta Ahmad Fikri Dzulfiqar (Google, Indonesia).
Selain pembicara utama, kegiatan ini juga didukung oleh tim coaches dari PGSD UPI Purwakarta, yaitu Fitri Nuraeni, M.Pd., Nadia Tiara Antik Sari, M.Pd., Alfiana Nurussama, M.Pd., Teten Ginajar Rahayu, M.Pd., dan Tiara Yogiarmi, M.Pd. Para coaches mendampingi mahasiswa selama sesi diskusi, proyek kolaboratif, dan presentasi akhir.
Salah satu coach, Dr. Hisny Fajrussalam, M.Pd. dari UPI Kmapus Purwakarta, mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi sarana penting untuk memperkenalkan pendidikan dasar Indonesia ke dunia internasional.
“Saya bangga melihat antusiasme mahasiswa asing dalam mempelajari budaya dan sistem pendidikan Indonesia. Mereka tidak hanya belajar, tapi juga turut berbagi perspektif baru yang memperkaya proses belajar mengajar,” tuturnya.
Para peserta menunjukkan semangat dan keterlibatan aktif dalam setiap sesi. Pada akhir sesi yang dilakukan secara daring (Minggu, 19 Oktober 2025)
diumumkan hasil kompetisi akademik sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi peserta. Group 4 berhasil meraih penghargaan “Best Paper” yang terdiri atas Thomas Sheku Marah (West Africa), Nabillaila Qurotunnisa (Indonesia), Fathan Tamam (Indonesia), Syafa Aulia Tresarini (Indonesia), dan Aldavia Thursina (Indonesia). Koresponden PGSD/Tiara.




