Tiga mahasiswa Program Studi Mekatronika dan Kecerdasan Buatan (MKB) UPI Kampus Purwakarta, yaitu Zaidan Ahmad, Muhammad Akmal Anfasa Muluk, dan Rizky Dinawan, berhasil lolos seleksi beasiswa untuk mengikuti program Global Base Learning yang diselenggarakan oleh Shibaura Institute of Technology (SIT), Jepang. Program internasional ini akan dilaksanakan pada 2–19 Desember 2025, dan menjadi kesempatan penting bagi mahasiswa MKB untuk melakukan studi sekaligus visit akademik ke Jepang.
Dalam program tersebut, para mahasiswa akan terlibat langsung dalam kegiatan pemecahan masalah (problem solving) di Nasu Town, Japan, sebagai bagian dari pembelajaran berbasis proyek. Mereka akan bekerja sama dengan mahasiswa SIT dan peserta internasional lainnya untuk mencari solusi inovatif terhadap isu nyata yang terjadi di wilayah tersebut.
Seleksi program beasiswa Jepang ini dilakukan melalui beberapa tahap, mulai dari pemeriksaan persyaratan akademik seperti Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dan skor TOEFL, hingga wawancara berbahasa Inggris. Wawancara dilaksanakan oleh Ibu Liptia Venica, S.T., M.T., dengan tujuan menilai kemampuan komunikasi bahasa Inggris mahasiswa serta memastikan kesiapan mereka beradaptasi dan berkontribusi selama studi di Jepang.
Para mahasiswa mengungkapkan bahwa program ini menjadi peluang besar untuk mempelajari secara langsung kultur akademik dan etos kerja mahasiswa Jepang. Mereka berharap dapat memahami bagaimana mahasiswa Jepang mengembangkan proyek teknologi, bekerja secara kolaboratif, dan membangun pola pikir yang sistematis. Salah satu fokus pribadi para awardee adalah mempelajari bagaimana AI dikembangkan di Jepang, kemudian membandingkannya dengan pendekatan yang umum digunakan di Indonesia agar dapat membawa wawasan baru dalam bidang kecerdasan buatan.
Selain itu, mahasiswa penerima beasiswa berharap pengalaman ini dapat membuka relasi baru, memperluas jaringan akademik, serta memberikan kesempatan untuk belajar lebih dalam mengenai cara berpikir, bekerja, dan menyelesaikan proyek seperti mahasiswa Jepang. Mereka juga mengungkapkan harapan agar mahasiswa MKB lainnya berani mengikuti seleksi program internasional serupa karena pengalaman ini memberikan nilai tambah yang besar bagi perkembangan akademik dan profesional.
Program Global Base Learning ini sejalan dengan SDG 4 (Quality Education) karena membuka akses pembelajaran internasional dan meningkatkan kompetensi mahasiswa, serta SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui keterlibatan mahasiswa dalam proyek inovatif berbasis teknologi dan solusi industri.



