Home  >  Berita

BiBoo Hadir! Tim DPP23 Kembangkan Media Pembelajaran Multisensori dalam Mengenal Ekosistem dan Keanekaragaman Hayati Indonesia

Purwakarta, 21 November 2025 — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Purwakarta kembali melahirkan inovasi melalui kolaborasi mahasiswa lintas disiplin ilmu dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi untuk siswa sekolah dasar fase C dalam materi Ekosistem dan Keanekaragaman Hayati Indonesia. Pada 18 November 2025, tim LIDM Inovasi Pembelajaran Digital Pendidikan yang terdiri dari Leni Nurhafidah (Pendidikan Guru Sekolah Dasar), Faris Fathan Asradinto (Mekatronika dan Kecerdasan Buatan), serta Muhammad Ariestama Putra (Pendidikan Sistem Teknologi dan Informasi), di bawah bimbingan Dr. Afridha Laily Alindra, S.Pd., M.Si., resmi mengujicobakan media pembelajaran BioDiscovery-Book (BiBoo) di SD Labschool UPI Purwakarta. Inovasi ini memadukan pedagogi SD dengan teknologi digital seperti Augmented Reality (AR), audio interaktif berbasis mikrokontroler, pop-up 3D, dan Aplikasi BiBoo pendamping untuk meningkatkan pemahaman siswa sekaligus menumbuhkan kesadaran ekologis sejak dini.

BiBoo dirancang sebagai solusi untuk materi ekosistem dan keanekaragaman hayati yang kerap dianggap kompleks oleh siswa. Dengan pendekatan pembelajaran multisensori, seluruh gaya belajar siswa dapat terfasilitasi. Mereka dapat melihat animasi hewan, mendengar suara lingkungan, menyentuh struktur pop-up tiga dimensi, hingga memindai barcode AR untuk mengakses visual 3D. Pengalaman ini membuat konsep-konsep ekosistem menjadi lebih konkret, kontekstual, dan mudah dipahami. Model Discovery Learning turut diterapkan sehingga siswa terlibat aktif dalam proses penemuan konsep, sementara guru berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan proses berpikir kritis dan refleksi.

Komponen utama BiBoo meliputi Pop-Up Book Multisensori, Kartu Petualanganku, barcode AR, serta Aplikasi BiBoo. Pop-Up Book menjadi pusat media yang menampilkan elemen 3D, tekstur taktil, dan tiga tombol interaktif berbasis mikrokontroler Arduino. Tombol hijau mengaktifkan narasi pembelajaran, sementara tombol merah dan biru memicu kuis interaktif. Kombinasi elemen visual, auditori, kinestetik, dan taktil ini menciptakan pengalaman belajar inklusif sekaligus menyenangkan.

Selama uji coba, siswa tampak bersemangat menjelajahi berbagai fitur BiBoo. Mereka memindai halaman untuk melihat animasi, menekan tombol audio untuk mendengarkan penjelasan, dan mengerjakan latihan melalui aplikasi digital. Salah satu siswa, Aqila, mengungkapkan antusiasmenya.

“Pembelajarannya seru banget! Aku bisa lihat dan dengar suara hewan, belajar tentang ekosistem, rantai makanan, sama masalah lingkungan. Jadi semangat belajanya!” ujarnya.

Tak hanya mengandalkan media fisik, BiBoo juga dilengkapi aplikasi digital yang hadir dalam dua versi: untuk siswa dan guru. Pada versi siswa, aplikasi menyediakan apersepsi, materi, kuis evaluasi, serta fitur refleksi dan capaian raport digital. Sementara itu, versi guru dilengkapi bahan ajar, modul ajar digital, panduan asesmen berbasis teknologi, dan ruang untuk mencatat perkembangan siswa. Fitur ini membantu guru memantau kemajuan, memberi umpan balik, dan mengelola pembelajaran dengan lebih efektif. Untuk memastikan efektivitas media, tim melakukan pretest dan posttest kepada siswa. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pemahaman konsep ekosistem, keanekaragaman hayati, serta peningkatan kesadaran ekologis. Data tersebut menegaskan bahwa BiBoo efektif digunakan sebagai media pembelajaran interaktif yang mampu memperdalam pemahaman sekaligus membangun sikap peduli lingkungan.

Uji coba BiBoo memperlihatkan bagaimana inovasi pendidikan yang menggabungkan teknologi, kreativitas, dan pedagogi dapat menjawab kebutuhan pembelajaran di era digital. Melalui media ini, pembelajaran IPAS di sekolah dasar diharapkan menjadi lebih inklusif, menarik, dan bermakna. Kehadiran BiBoo juga membuka peluang pengembangan lanjutan yang dapat memperkaya literasi digital siswa dan mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di berbagai sekolah di Indonesia.

BiBoo: Lestarikan Alam Bersama Lesta dan Ari

Skip to content