Purwakarta, Upaya mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat semakin diperkuat melalui program pengabdian mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Purwakarta di SDN 9 Nagrikaler. Dengan mengusung tema “Edukasi Kesehatan melalui Pemberdayaan Dokter Kecil untuk Meningkatkan Kebiasaan Cuci Tangan di Sekolah,” kegiatan ini menjadi aksi nyata dalam mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3: Good Health and Well-being.
Mahasiswa P3K Prodi PGSD UPI dalam hal ini dibimbing oleh Dr. Hisny Fajrussalam, M.Pd. berkolaborasi dengan pihak sekolah melalui pendekatan peer education, yakni melibatkan para Dokter Kecil sebagai agen perubahan. Mereka dilatih untuk menjadi teladan dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), khususnya terkait kebiasaan mencuci tangan. Kamis, 24 Oktober 2025
Kegiatan dimulai dengan eksperimen terbuka di lapangan sekolah. Dalam demonstrasi tersebut, Dokter Kecil menunjukkan bagaimana sabun mampu menghilangkan kuman, disertai penjelasan yang mudah dipahami oleh seluruh siswa. Kegiatan ini dikemas secara atraktif sehingga siswa antusias mengikuti praktik langsung mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir.
“Melalui cara seperti ini, siswa jadi paham bahwa mencuci tangan bukan sekadar rutinitas, tetapi cara melindungi diri dari penyakit,” ujar salah satu mahasiswa pendamping.
Kegiatan berlanjut pada Rabu, 30 Oktober 2025, Banyak siswa mulai membiasakan diri mencuci tangan dengan baik dan benar, untuk mendukung keberlanjutan program, mahasiswa juga membagikan sabun cuci tangan serta poster panduan delapan langkah mencuci tangan di semua kelas.
Ketua pelaksana program, Riana Tryzulhijah, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi kampus terhadap kesehatan masyarakat sekolah.
“Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa kesehatan adalah kunci keberhasilan belajar. Karena itu, siswa tidak hanya diberikan teori, tetapi juga dibiasakan menerapkan perilaku sehat setiap hari,” jelas Riana.
Pendamping Dokter Kecil di SDN 9 Nagrikaler, Ibu Devi Puspita, turut menyampaikan apresiasi atas program yang dijalankan mahasiswa UPI.
“Kami sangat berterima kasih atas pendampingannya. Program ini membuat siswa lebih memahami pentingnya kebersihan tangan. Semoga kebiasaan positif ini menjadi budaya sekolah,” ujarnya.



