Cikampek, Kepedulian terhadap penguatan budaya literasi di sekolah dasar kembali diwujudkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa Program Studi PGSD UPI Kampus Purwakarta, Muflihuun Akbar Syarif Hidayat di SDN Cikampek Barat 2. Kegiatan ini berfokus pada pendampingan pembiasaan literasi siswa sejak usia dini dengan memanfaatkan fasilitas perpustakaan sekolah, sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar.
Kegiatan pengabdian tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan Ketua Program Studi pada 12 November 2025.
Hasil musyawarah menyepakati bahwa program pengabdian difokuskan pada pendampingan literasi siswa melalui kegiatan membaca terarah di perpustakaan, baik saat jam pelajaran Bahasa Indonesia maupun pada waktu istirahat siswa.
“Literasi harus ditanamkan sejak dini agar siswa terbiasa berpikir kritis, memiliki kosakata yang kaya, dan wawasan yang luas,” ujar Bu Siti Rochimah, selaku Kepala Perpustakaan SDN Cikampek Barat 2.
Pendampingan pembiasaan literasi ini mulai dilaksanakan pada 14 November 2025 hingga awal Desember 2025, dengan mengajak siswa kelas V ke perpustakaan sekolah untuk mempelajari lebih dalam bacaan yang sedang dibahas dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Kegiatan ini tidak hanya mendorong siswa untuk membaca, tetapi juga melatih mereka dalam memahami isi bacaan dan menyampaikannya kembali.
Meskipun sempat menghadapi tantangan besar akibat robohnya bangunan perpustakaan karena angin puting beliung, yang mengakibatkan banyak koleksi buku dan fasilitas seperti meja, bangku, serta rak buku rusak, semangat warga sekolah tidak surut. Kepala sekolah, dewan guru, serta orang tua siswa bergotong royong memperbaiki perpustakaan dan menyelamatkan buku-buku yang masih layak digunakan.
“Perpustakaan adalah jantung sekolah. Dari sanalah anak-anak belajar mengenal dunia,” ungkap Bapak Agus Sulaiman, S.Pd., Kepala SDN Cikampek Barat 2.
Setelah perpustakaan kembali difungsikan. Banyak siswa menghabiskan waktu istirahat untuk membaca, bahkan melakukan storytelling, menceritakan kembali isi buku kepada teman-temannya serta saling merekomendasikan bacaan.
“Sering kali siswa tidak sadar waktu istirahat sudah selesai karena terlalu asyik membaca,” tutur Muflihuun Akbar, mahasiswa pelaksana pengabdian.
Kegiatan pengabdian ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) nomor 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya akses pendidikan inklusif dan peningkatan kualitas pembelajaran sepanjang hayat. Selain itu, nilai gotong royong dalam pemulihan perpustakaan mencerminkan semangat SDGs nomor 17, yakni Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Koresponden PGSD/Tiara.



