Purwakarta_Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Purwakarta kembali menghadirkan praktik nyata pengabdian masyarakat melalui kegiatan bertajuk “Gerakan Sehat: Cuci Tangan dan Sikat Gigi”. Kegiatan ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Ekologi Kahuripan Padjajaran, sebagai bagian dari implementasi Program Penguatan Pendidikan Profesional Keguruan (P3K).
Kegiatan pengabdian ini mencerminkan kontribusi nyata mahasiswa PGSD UPI Purwakarta dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs nomor 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) serta SDGs nomor 4 (Pendidikan Berkualitas).
Melalui integrasi edukasi kesehatan dan praktik langsung, kegiatan ini sejalan dengan visi Sekolah Dasar Ekologi Kahuripan Padjadjaran yang menekankan pembelajaran berbasis lingkungan dalam kehidupan nyata.
Program ini dirancang untuk menumbuhkan kesadaran sekaligus keterampilan peserta didik dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sejak usia sekolah dasar. Melalui pendekatan edukatif dan aplikatif, kegiatan ini menjadikan kebiasaan menjaga kebersihan diri sebagai fondasi pembentukan karakter siswa.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah demonstrasi langsung cara mencuci tangan dan menyikat gigi yang benar, yang dipandu oleh praktisi kesehatan. Peserta didik tidak hanya menyimak, tetapi juga dilibatkan secara aktif untuk mempraktikkan setiap tahapan dengan pendampingan mahasiswa.
Menurut Ester, selaku penanggung jawab kegiatan, edukasi ini menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran siswa terhadap pentingnya kebersihan diri dalam mencegah penyakit.
“Program ini merupakan bentuk kepedulian bersama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga sehat dan bersih, khususnya bagi para peserta didik,” ujar Ester.
Peserta didik juga diajak untuk membuat sabun cuci tangan berbahan alami. Sabun hasil karya siswa tersebut kemudian digunakan dalam rangkaian praktik cuci tangan, sehingga siswa memperoleh pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna.
Kegiatan pengabdian ini semakin semarak dengan kehadiran stan-stan edukasi interaktif, seperti Stan Replika Gigi, Replika Gizi Seimbang, serta Puzzle edukatif “Isi Piringku”. Melalui media tersebut, siswa belajar sambil bermain dan berinteraksi langsung dengan alat peraga.
Aulia, salah mahasiswa pendamping mengungkapkan peserta didik sangat antusias selama kegiatan berlangsung.
“Anak-anak terlihat sangat antusias, terutama saat berada di stan replika gigi. Mereka penasaran mencoba sekaligus mendengarkan penjelasan dari teman-teman yang tergabung dalam ekstrakurikuler Dokter Kecil,” tuturnya.
Salah satu peserta didik, Mutia, siswi kelas VI, mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan tersebut.
“Kegiatannya seru, saya jadi tahu cara menyikat gigi dan mencuci tangan yang benar. Paling seru waktu melihat replika gigi yang besar,” ungkapnya dengan antusias. Koresponden PGSD/Tiara.



