Home  >  Berita

Mahasiswa PGSD UPI Purwakarta Raih Runner Up Duta GenRe 2025, Wujud Komitmen Generasi Muda Siapkan Indonesia Emas 2045

Purwakarta_Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Purwakarta. Wina Nopianti Lestari, salah satu mahasiswa PGSD, berhasil meraih Juara Runner Up dalam ajang Pemilihan Duta Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Purwakarta Tahun 2025, sebuah kompetisi tahunan yang diikuti oleh perwakilan remaja dari berbagai kecamatan di Kabupaten Purwakarta.

Kegiatan Pemilihan Duta GenRe 2025 ini diselenggarakan oleh Forum GenRe Kabupaten Purwakarta di bawah naungan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Purwakarta. Ajang ini bertujuan memilih remaja yang mampu menjadi konselor sebaya dan role model bagi generasi muda, khususnya dalam merencanakan masa depan yang sehat dan berkualitas.

Duta GenRe memiliki peran strategis dalam mengedukasi remaja untuk mengatakan tidak pada Triad Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), yaitu pernikahan dini, seks pra-nikah, dan penyalahgunaan Napza. Selain itu, para finalis juga dibekali peran edukatif terkait isu stunting, keluarga berencana (KB), serta kesehatan remaja dan ibu.

Dari sekitar 50 pendaftar, Wina berhasil lolos ke Top 10, kemudian mengikuti rangkaian kegiatan intensif mulai dari pembekalan, karantina, deep interview, latihan opening dance, catwalk, persiapan speech, hingga grand final. Para finalis juga diwajibkan menyusun program inovasi sebagai bentuk kontribusi nyata.

“Sebenarnya ikut Duta GenRe ini tidak disengaja, atas ajakan teman. Tapi setelah melihat dari berbagai sisi dan mempertimbangkannya, saya memutuskan untuk mencoba. Saya mulai dari pengurusan administrasi, pembekalan di tingkat kecamatan, hingga mengikuti tahapan seleksi,” tutur Wina.

Wina mengusung program inovasi bertajuk “JIWA RASA (Jiwa yang dapat meRangkul, Atasi, Sadari, dan Apresiasi)”, yang menyasar remaja dan ibu hamil. Program ini berfokus pada edukasi kesehatan mental, persiapan pernikahan, pemenuhan gizi, serta pencegahan stunting, yang dipresentasikan langsung di hadapan dewan juri dan orang tua peserta.

“Program JIWA RASA saya rancang agar remaja dan ibu hamil mendapat edukasi yang utuh, mulai dari kesehatan mental hingga pencegahan stunting. Harapannya, mereka bisa lebih siap secara fisik dan mental dalam menjalani fase kehidupan,” jelasnya.

Meski harus membagi waktu antara kuliah, aktivitas organisasi, dan rangkaian karantina yang dilaksanakan setiap Jumat hingga Minggu, Wina tetap menjalaninya dengan penuh semangat. Ia mengaku tidak menyangka bisa melaju hingga Top 5 dan meraih posisi Runner Up.

“Saya sangat bersyukur bisa sampai di posisi ini dan membawa nama diri sendiri, kecamatan, serta kampus. Bagi saya, mengikuti Duta GenRe bukan semata mengejar juara, tetapi untuk belajar dan bisa bermanfaat bagi orang lain, sekecil apa pun itu,” ungkap Wina.

Kaprodi PGSD UPI Purwakarta, Dr. Neneng Sri Wulan, M.Pd., turut menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih mahasiswanya. Menurutnya, capaian ini mencerminkan karakter mahasiswa PGSD yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

“Prestasi Wina sebagai Runner Up Duta GenRe menunjukkan bahwa mahasiswa PGSD UPI Purwakarta mampu menjadi agen perubahan di masyarakat. Nilai-nilai kepemimpinan, kepedulian terhadap kesehatan remaja, dan perencanaan masa depan sangat sejalan dengan kompetensi calon pendidik sekolah dasar,” ujarnya.

Lebih lanjut, kegiatan Duta GenRe ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs nomor 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan stunting, SDGs nomor 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peran konselor sebaya dan edukasi berkelanjutan, serta SDGs nomor 5 (Kesetaraan Gender) dengan penguatan peran remaja perempuan sebagai agen perubahan.

Melalui prestasi ini, Wina berharap dapat terus mengimplementasikan nilai-nilai GenRe dalam kehidupan sehari-hari dan mengajak remaja untuk merencanakan masa depan dengan bijak.

“Menuju Indonesia Emas 2045, kita perlu menyiapkan remaja yang berkualitas sejak sekarang. Menjaga pergaulan dan saling menguatkan di antara teman sebaya memang tidak mudah, tetapi sangat mungkin jika dilakukan bersama-sama,” pungkasnya. Koresponden PGSD/Tiara.

Skip to content