Purwakarta — Muhammad Bilal Hamzah, lulusan MKB UPI Purwakarta angkatan 2021, kini meniti karier sebagai Process Engineer Technician di Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB).
Selepas sidang skripsi, Bilal memanfaatkan masa menunggu wisuda dengan aktif melamar ke berbagai perusahaan. Usaha tersebut akhirnya berbuah ketika CATIB mengundangnya mengikuti seleksi, yang kemudian mengantarkannya resmi bergabung sebagai bagian dari CATIB.
CATIB sendiri merupakan hasil kolaborasi antara CATL (Contemporary Amperex Technology Limited) dan Indonesia Battery Corporation (IBC). Perusahaan ini berfokus pada produksi baterai untuk kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi, serta menjadi salah satu proyek strategis nasional yang diharapkan mendukung transisi energi hijau di Indonesia.
Sebagai persiapan menuju operasi berstandar internasional, Bilal bersama sejumlah karyawan terpilih mendapat kesempatan mengikuti pelatihan intensif di CATL, China, selama enam bulan. Program ini membekali peserta dengan pengetahuan teknis, pengalaman industri, dan wawasan global mengenai teknologi baterai masa depan.
“Yang paling berkesan adalah bisa belajar langsung dari para ahli, mengenal budaya kerja yang berbeda, dan melatih kemampuan adaptasi di lingkungan baru,” ungkap Bilal.
Ia menambahkan, informasi mengenai CATIB pertama kali diperoleh dari pemberitaan media nasional, sementara lowongan kerja ditemukan melalui JobStreet dan LinkedIn.
Sebagai bagian dari angkatan pertama MKB UPI Purwakarta, Bilal menilai pengalaman kuliah telah membentuk solidaritas dan ketahanan mental yang kuat. Ia berpesan agar mahasiswa MKB tetap menjaga semangat, rasa syukur, dan kekeluargaan sebagai modal utama untuk meraih kesuksesan.
Kisah Bilal ternyata bukan akhir, melainkan awal dari peluang baru bagi alumni MKB lainnya. Pada Februari mendatang, sejumlah alumni juga dijadwalkan mengikuti pelatihan serupa di CATL China. Hal ini menandai keberlanjutan kerja sama antara CATIB dan tenaga muda Indonesia, sekaligus membuka jalan bagi generasi baru untuk terjun ke industri baterai global.
Program ini tidak hanya menjadi jembatan antara kampus dan dunia kerja, tetapi juga selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan. Dari sisi pendidikan, kesempatan belajar lintas negara menunjukkan komitmen terhadap SDG 4, yakni peningkatan kualitas pendidikan. Di bidang energi, keterlibatan alumni dalam pengembangan teknologi baterai mendukung SDG 7, energi bersih dan terjangkau.
Dengan demikian, kiprah alumni MKB UPI Purwakarta tidak hanya memberi kebanggaan bagi kampus, tetapi juga berkontribusi nyata pada agenda global menuju masa depan energi berkelanjutan.
Di akhir, bilal mengungkapkan “Sebagai penutup, saya ingin menegaskan bahwa apa yang saya sampaikan ini tidak bermakna bahwa saya adalah yang terbaik. Masih banyak rekan-rekan MKB lainnya yang memiliki perjalanan akademik dan karier yang luar biasa. Oleh karena itu, setiap pencapaian yang diraih merupakan hasil dari proses dan dukungan bersama.
Salam hangat untuk seluruh keluarga MKB angkatan 21, 22, 23, 24, 25, serta seluruh pembaca”.



