Home  >  Berita

Lomba Roket Air Dorong Kreativitas Mahasiswa PGSD UPI Purwakarta di Bidang STEM

Purwakarta, Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (Prodi PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Purwakarta menggelar Final Lomba Roket Air melalui mata kuliah Pembelajaran STEM di SD dengan dosen pengampu yakni Fitri Nuraeni, M.Pd. dan Nenden Permas Hikmatunisa, M.Pd.,M.A. Gelaran tersebut diselenggaran di lapangan sepak bola, Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Purwakarta pada Senin, 2 Juni 2025.

Salah satu dosen pengampu, Fitri Nuraeni menyebutkan bahwa peserta yang mengikuti lomba roket adalah mahasiswa PGSD Angkatan 2023.

“Yang mengikuti lomba ini adalah seluruh mahasiswa Angkatan 2023, dari banyaknya kelompok yang ada kemudian diambil 8 kelompok yang maju ke babak final, masing-masing kelas 2 kelompok terdiri dari kelas 4A : 2 kelompok, kelas 4B : 2 kelompok, kelas 4C : 2 kelompok dan kelas 4D : 2 kelompok,” ujarnya.

Fitri menambahkan bahwa tujuan dari kegiatan lomba roket air adalah sbg sarana bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan prinsip engineering design process yang dipelajari selama perkuliahan di mata kuliah pembelajara STEM dan menilai kemampuan rekayasa mahasiswa, imbuh Fitri.

Selain itu Fitri manyampaikan bahwa melalui kegiatan tersebut mahasiswa diajak untuk kreatif menciptakan roketnya masing -masing.

“Setiap kelas mempunyai ciri khas roket yang berbeda-beda bahkan saking kreatifnya setiap roket tersebut ada namanya, kata Fitri.

Nenden Permas hikmatunisa menuturkan salah satu penilaian dari lomba roket tersebut adalah jarak luncur, dan dari 8 kelompok yang maju ke babak final diambil 4 kejuaraan.

“Salah satu kriteria penilaian adalah seberapa jauh roket itu meluncur, dari 8 kelompok kami mengambil 4 kejuaraan. Juara 1: 4B sejauh 112,52 meter, Juara 2: 4D sejauh 106, 52 meter, Juara 3: 4C sejauh 93, 71 meter dan Juara 4: 4A sejauh 92, 67 meter,” ungkap Nenden.

Sementara itu Fitri Nuraeni berharap mahasiswa mendapat pengalaman yang seru dalam melakukan engineering design process yang menjadi ciri khas pembelajaran STEM dan juga melatih kreativitas mahasiswa dalam pembuatan roket untuk dapat sukses meluncur dengan jauh,” pungkas Fitri.

Salah satu mahasiswa memberikan tanggapannya yakni dari kelompok Roket Qiut dan Gemas  menympaikan rasa bangga karena usaha dan kerja keras dari tim terbayarkan. “ Selain bangga juga  ada rasa senang yang luar biasa karena telah mencapai tujuan yang diinginkan,” ujar salah satu anggota yang dikenal dengan panggilan Uni. 

Chintia Ananda Gusti atau Uni perwakilan kelompok 1 menyampaikan bahwa pihaknya lega setelah melewati semua tahap persiapan dan perlombaan yang menegangkan.

“ Ada kelegaan setelah melalui semua proses lomba, kemenangan ini pasti jadi pengalaman yang seru dan memotivasi untuk terus berkreasi,” ungkap Uni.

Seementara Karin Auliani perwakilan kelompok 2 menyebutkan Dalam persiapanya mengikuti lomba roket, timnya melakukan riset untuk menemukan desain roket air yang paling efektif, mulai dari pemilihan jenis botol yang kuat menahan tekanan. ketelitian tinggi.

“ Setiap komponen harus terpasang presisi, memastikan semua sambungan kuat dan tidak ada kebocoran, terutama pada bagian penutup botol yang krusial menahan tekanan. Ditambah dengan semangat pantang menyerah dari anggota roket qiut dan gemas, alhamdulillah kami berhasil meraih juara” pungkas Karin. Koresponden PGSD/Tiara.

Skip to content