Home  >  Berita

Mahasiswa Sistem Telekomunikasi UPI Purwakarta Kuasai Teknik Penyambungan Fiber Optik dalam Praktikum Jaringan Pita Lebar dan Komunikasi Optik

Purwakarta, 20 Juni 2025 – Program Studi Sistem Telekomunikasi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Purwakarta sukses menyelenggarakan praktikum mata kuliah Jaringan Pita Lebar dan Komunikasi Optik selama Semester Genap 2024/2025. Kegiatan ini fokus pada penguasaan teknologi penyambungan kabel fiber optik menggunakan Fusion Splicer serta berbagai teknik terminasi kabel optik.

Praktikum yang berlangsung di Laboratorium Jaringan Telekomunikasi UPI Purwakarta ini melibatkan sekitar total 96 mahasiswa yang dibagi dalam enam belas kelompok. Mereka mendapatkan pelatihan langsung menggunakan peralatan terkini di bidang fiber optik, termasuk Fusion Splicer, Optical Power Meter, dan konektor mekanik jenis SC.”Kami sengaja menggunakan peralatan standar industri agar mahasiswa benar-benar siap ketika terjun ke dunia kerja,” jelas Ahmad Fauzi, S.Si., M.T., dosen pengampu mata kuliah.

Mahasiswa mempelajari berbagai aspek penting dalam beberapa pekerjaan fiber optik sebagai berikut. Teknik Penyambungan dengan Fusion Splicer, dengan kegiatan meliputi persiapan ujung kabel fiber optik, penyambungan single mode, dan pengukuran loss sambungan. Berbagai Teknik Terminasi juga diperdalam dalam praktikum seperti terminasi pada roset dengan konektor mekanik dan menggunakan kabel pigtail. Selain itu, dilakukan pula terminasi pada Optical Termination Box (OTB) dan terminasi pada Optical Distribution Point (ODP). Manajemen Core Kabel Optik juga menjadi fokus pendalaman praktikum yang meliputi identifikasi core kabel, sistem pengkodean warna, dan dokumentasi core kabel.

Selain praktik langsung, mahasiswa juga melakukan kajian literatur dari jurnal Science Direct tentang perkembangan terbaru jaringan akses fiber optik. Beberapa topik penelitian yang dibahas antara lain teknologi GPON (Gigabit Passive Optical Network), Inovasi dalam mengurangi insertion loss, ataupun material baru untuk kabel fiber optik. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memahami landasan teori dan perkembangan terkini di bidang ini,” tambah Dzikri, mahasiswa asistensi dalam praktikum tersebut. Praktikum ini menggunakan pendekatan project-based learning dimana mahasiswa harus menyelesaikan proyek instalasi mini jaringan fiber optik yang meliputi perencanaan jaringan, penyambungan kabel, pengukuran performa (AF).

“Kami sangat antusias dengan metode pembelajaran seperti ini karena memberi pengalaman nyata seperti di lapangan,” ujar salah satu peserta praktikum.

-TIM KONTRIBUTOR PRODI SISTEL

Skip to content