Purwakarta, 6 Juli 2025 — Himpunan Mahasiswa Mekatronika dan Kecerdasan Buatan (HIMATRONIKA-AI) UPI Kampus Purwakarta sukses menyelenggarakan Trisula Suaka 2025, sebuah program tahunan yang mengintegrasikan nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini mengusung tema “Aman dan Damai” dan dilaksanakan di Desa Kertamanah, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta pada 2–6 Juli 2025, dengan persiapan yang dimulai sejak Maret 2025.


Kegiatan ini melibatkan 70 mahasiswa HIMATRONIKA-AI, dengan sasaran warga desa dari anak-anak hingga dewasa, serta dukungan mitra seperti Puskesmas setempat dan tokoh masyarakat desa. Trisula Suaka hadir dalam dua fokus utama:
- Edukasi dan Literasi Teknologi
Mahasiswa menyelenggarakan talkshow, workshop, bootcamp AI, literasi logika pemrograman, pengajaran elektronika dasar, serta showcase energi surya untuk memperkenalkan teknologi terbarukan yang mudah diterapkan di tingkat desa.

- Implementasi Alat Teknologi Terbarukan
Dalam wujud nyata pengabdian, tim HIMATRONIKA-AI memasang lampu otomatis berbasis sensor cahaya dan alarm sistem berbasis LoRa, keduanya menggunakan energi surya sebagai sumber daya utama. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan keamanan dan efisiensi energi desa.
Selain itu, rangkaian kegiatan dilengkapi dengan program sosial dan pemberdayaan warga, meliputi cek kesehatan gratis, senam pagi, gotong royong desa, lomba mancing, makan bersama, dan pentas seni yang mempererat hubungan mahasiswa dengan masyarakat setempat.


Kegiatan Trisula Suaka 2025 sejalan dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain:
- SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): Melalui edukasi teknologi dan literasi digital.
- SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau): Dengan pemanfaatan energi surya untuk lampu dan sistem keamanan.
- SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan): Mendukung desa aman, nyaman, dan efisien energi.
- SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): Melibatkan kolaborasi mahasiswa, warga, dan mitra lokal.
Ketua HIMATRONIKA-AI, Nabil Bagus menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar rutinitas tahunan, tetapi juga wujud kontribusi mahasiswa sebagai agen perubahan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Trisula Suaka diharapkan menjadi inspirasi bagi pengembangan desa berbasis teknologi dan berkelanjutan.
(DZ)



