Purwakarta, 30 Juli 2025 — Prestasi membanggakan kembali hadir dari Program Studi Mekatronika dan Kecerdasan Buatan (MKB) Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Purwakarta. Sulaiman, mahasiswa angkatan 2022, berhasil menorehkan prestasi nasional hingga global melalui dua proyek inovatif yang dikembangkan selama magang di OPPO Indonesia. Karya tersebut meraih Best OPPO Global Project untuk dua kategori sekaligus: Low Cost Intelligent Automation (LCIA) dan Quality Enhancement Project (QEP) pada kuartal kedua tahun 2025.

Perjalanan prestasi ini bermula saat Sulaiman mengikuti program magang di OPPO. Meski sempat merasa minder di tengah rekan-rekan intern dari kampus ternama, ia membuktikan bahwa kontribusi nyata dan solusi aplikatif adalah kunci utama di dunia industri.
Inovasi pertamanya, MPS Smart Trainer Dojo, adalah alat pelatihan teknisi berbasis otomasi. Dampak implementasinya luar biasa: keterampilan teknisi meningkat dari 40% menjadi 85%, pemanfaatan limbah naik dari 10% ke 80%, dan efisiensi biaya pelatihan melonjak dari 30% ke 75%. Atas inovasi ini, Sulaiman meraih Best Project – LCIA dan Innovation Award OPPO Indonesia Semester 1 2025.


Proyek kedua, AI Detection on Heating Machines, adalah sistem vision AI yang mendeteksi waktu pemanasan optimal pada proses produksi layar LCD. Sistem ini mampu mengurangi kerusakan akibat human error hingga 97%, meningkatkan kualitas produksi ke level A, dan mengantarkan Sulaiman pada penghargaan Best Project – QEP.
Selain mengukir prestasi, kedua inovasi ini memiliki relevansi langsung terhadap SDGs:
- SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi): Melalui peningkatan keterampilan teknisi dan efisiensi proses pelatihan.
- SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur): Dengan mendorong implementasi otomasi dan AI untuk penguatan kualitas industri manufaktur.
- SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab): Melalui pemanfaatan limbah hingga 80% dalam proses pelatihan dan produksi.
Prestasi Sulaiman menegaskan bahwa mahasiswa kampus daerah mampu bersaing di tingkat global dan memberikan dampak nyata bagi industri. Keberhasilan ini juga menginspirasi Prodi MKB UPI Purwakarta untuk memperluas kolaborasi industri, sehingga semakin banyak inovasi mahasiswa yang mampu mendukung pembangunan berkelanjutan.
(DZ)



