Salah satu dosen Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Kampus UPI di Purwakarta bersama dengan Universitas Negeri Padang (UNP) dan Universitas Negeri Malang (UM) sukses melaksanakan rangkaian kegiatan Riset Kolaborasi Ibdonesia (RKI) dengan fokus pada “Implementasi Ifdil Perceptual Light Technique (IPLT) untuk Mereduksi Anxiety Disorder serta Meningkatkan Meaning of Life dan Psychological Well-Being Siswa Korban Perundungan.”

Kegiatan ini dilaksanakan di Universitas Negeri Padang pada tanggal 12-13 Agustus 2025 dengan menghadirkan kolaborasi antara dosen, peneliti, dan para guru dalam forum akademik dan praktik implementatif. Tujuannya adalah untuk memberikan intervensi berbasis riset yang konkret bagi siswa korban perundungan, agar mereka mampu mengelola kecemasan (anxiety disorder), menemukan kembali makna hidup (meaning of life), serta meningkatkan kesejahteraan psikologis (psychological well-being).
Dosen PGPAUD UPI Kampus Purwakarta menegaskan bahwa perundungan merupakan salah satu tantangan serius dalam pendidikan anak. Oleh karena itu, sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah sangat penting untuk menghadirkan solusi berbasis penelitian. Implementasi IPLT diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam membangun lingkungan pendidikan yang lebih aman, sehat, dan inklusif. Selain pendampingan kepada siswa, guru-guru yang hadir juga mendapatkan pelatihan untuk mengintegrasikan pendekatan IPLT ke dalam pembelajaran sehari-hari. Dengan demikian, program ini tidak hanya bersifat sementara, tetapi berkelanjutan di sekolah.

Kegiatan RKI ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-3 (Good Health and Well-Being) dan tujuan ke-4 (Quality Education). Melalui kegiatan ini, UPI, UNP dan UM berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi riset dan praktik pendidikan yang mendukung kesehatan mental serta kesejahteraan siswa.



