Purwakarta_Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Purwakarta menggelar kegiatan Pelatihan Unplugged Coding Berbasis STEAM bagi guru sekolah dasar, sebagai bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman dan keterampilan dasar mengenai pengenalan coding secara sederhana tanpa memerlukan perangkat komputer (unplugged), sekaligus menunjukkan penerapannya pada berbagai mata pelajaran melalui pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics). Kamis, 14 Agustus 2025.
Ketua panitia, Fitri Nuraeni, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini dilatarbelakangi oleh mulai diwajibkannya pengenalan coding di tingkat sekolah dasar. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala, seperti guru yang belum familiar dengan konsep coding dan keterbatasan fasilitas pendukung. “Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan gambaran kepada guru SD bahwa coding dapat diperkenalkan dengan cara yang sederhana, menyenangkan, dan tanpa harus menggunakan komputer. Guru juga dapat mengintegrasikan konsep ini ke dalam berbagai mata pelajaran melalui pendekatan STEAM,” ujarnya. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Program Studi PGSD, serta dibuka secara resmi oleh Direktur UPI Kampus Purwakarta.
Pada sesi inti, Liptia Venica, S.T., M.T., dosen Prodi Mekatronika dan Kecerdasan Buatan, dibantu oleh rekan dosen PGSD yaitu Alfiana Nurussama, M.Pd., serta mahasiswa PGSD memperkenalkan dasar-dasar coding dan computational thinking melalui metode learning by doing. Peserta pelatihan diajak berlatih secara langsung dengan aktivitas konkret, mulai dari permainan teka-teki, menyusun algoritma, hingga membuat program robot pembuat roti lapis sebagai bentuk penerapan computational thinking.

Materi dilanjutkan oleh Nenden Permas Hikmatunisa, M.Pd., M.A, yang mengulas keterkaitan coding dengan pendekatan STEAM, dilanjutkan dengan praktik penerapan coding dalam berbagai mata pelajaran SD. Guru peserta pelatihan mencoba berbagai aktivitas kreatif, seperti coding bangun datar dua dimensi, coding perkalian, coding ekosistem, hingga kegiatan meronce berdasarkan kode bilangan biner.

Para peserta menyambut pelatihan ini dengan penuh antusias. Mereka mengaku memperoleh wawasan baru sekaligus inspirasi untuk mengembangkan pembelajaran di kelas. “MasyaAllah, materi yang disampaikan luar biasa bagi saya yang masih sangat awam dalam dunia coding. Melalui kegiatan ini, saya mendapatkan banyak pengetahuan baru beserta contoh-contoh penerapannya di sekolah,” ungkap salah satu peserta.
Peserta lainnya menambahkan bahwa pelatihan ini sangat relevan dengan konsep Deep Learning yang saat ini tengah digencarkan, karena memberikan pengalaman belajar yang mindful, meaningful, dan joyful. Banyak guru berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan di masa mendatang. Koresponden PGSD/Tiara.



