Home  >  Berita

Mahasiswa PGSD UPI Purwakarta Gelar Pembinaan Literasi “PELITA” di SDN 2 Nagrikaler

Purwakarta, Suasana penuh semangat dan keceriaan tampak di lapangan SDN 2 Nagrikaler pada Kamis, 6 November 2025. Ratusan siswa Sekolah Dasar berkumpul untuk mengikuti kegiatan PELITA (Pembinaan Literasi Anak) yang digagas oleh mahasiswa Program Penguatan Profesional Kependidikan (P3K) PGSD Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Purwakarta.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pengabdian mahasiswa dalam rangka memeriahkan Bulan Bahasa sekaligus mendukung tercapainya tujuan Sustainable Development Goals (SDG’s), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas.

Program PELITA hadir dengan semangat menumbuhkan kecintaan terhadap literasi sejak dini. Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan, Tiara Yogiarni, M.Pd., kegiatan ini menggabungkan unsur pembinaan, eksplorasi, dan kompetisi dalam suasana belajar yang menyenangkan. Mahasiswa PGSD berperan langsung sebagai fasilitator, membimbing siswa untuk berlatih membaca puisi, mengenal intonasi dan ekspresi, serta menulis karangan bebas secara kreatif.

“Kegiatan ini bukan sekadar lomba, tetapi bentuk pembinaan yang dirancang agar siswa belajar dengan cara yang menyenangkan. Literasi tidak hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga menguatkan rasa percaya diri anak untuk mengekspresikan diri melalui kata dan karya,” ujar Tiara.

Ia menekankan bahwa pembinaan literasi merupakan investasi penting bagi masa depan anak dan menjadi bagian dari upaya menciptakan pendidikan yang inklusif dan bermutu serta upaya untuk mewujudkan pendidikan berkualitas untuk masa depan yang cerah.

Lebih lanjut, Tiara menambahkan bahwa kegiatan ini juga merupakan wujud nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dasar. “Melalui PELITA, mahasiswa tidak hanya belajar mengajar, tetapi juga belajar memberi dampak. Ini sekaligus implementasi SDG tentang kemitraan, bahwa kualitas pendidikan akan tercapai maksimal ketika semua pihak bergerak bersama,” pungkasnya.

Sementara itu, menurut Muthia, selaku penanggung jawab kegiatan, PELITA dirancang agar menjadi pengalaman pembelajaran yang berkesan bagi anak-anak. “Tujuan kegiatan ini adalah menumbuhkan minat baca dan menulis anak sejak dini dengan cara yang menyenangkan dan bermakna,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya mengasah keterampilan dasar literasi, tetapi juga menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kepercayaan diri siswa, kompetensi penting untuk menghadapi tantangan masa depan.

Rangkaian kegiatan PELITA meliputi pembinaan membaca puisi, teknik vokal dan intonasi, penghayatan makna, hingga menulis karangan bebas secara runtut dan kreatif. Selain sesi pembinaan, kegiatan ini juga diramaikan oleh berbagai lomba literasi. Siswa kelas 1–3 mengikuti lomba mewarnai untuk melatih kreativitas dan motorik halus, sementara siswa kelas 4–6 berpartisipasi dalam lomba membuat poster yang menggabungkan kemampuan literasi visual dengan pesan persuasif. Perlombaan membaca puisi dan mengarang bebas turut menjadi ajang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan berbahasa mereka.

Antusiasme siswa terlihat jelas sepanjang kegiatan. “Kegiatan ini sangat bagus dan menambah pengetahuan tentang puisi,” ujar Reishaka, siswa kelas 3, dengan senyum bangga setelah mengikuti sesi pembinaan. Koresponden PGSD/Tiara.

Skip to content