Purwakarta_Upaya menanamkan budaya literasi sejak usia sekolah dasar kembali digaungkan melalui Workshop Literasi yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Program Penguatan Profesional dan Keguruan (P3K) Prodi PGSD Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Purwakarta di SDN 1 Nagrikidul. Bertempat di Mini Teater sekolah, kegiatan yang diikuti oleh 37 siswa dari kelas 4, 5, dan 6 ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Kamis, 20 November 2025.
Workshop ini dirancang tidak hanya untuk menguatkan minat baca, tetapi juga untuk mengenalkan literasi digital kepada siswa sekolah dasar, hal sejalan dengan komitmen untuk mewujudkan SDG 4: Quality Education, khususnya dalam meningkatkan kemampuan literasi dan berpikir kritis siswa.
Pada sesi awal, pemateri mengajak siswa memahami bahwa membaca bukan hanya aktivitas menghabiskan waktu, melainkan kunci untuk mengasah nalar, cara berpikir, dan kemampuan memilah informasi yang kini semakin beragam.
Memasuki sesi literasi digital, siswa dikenalkan dengan dua aplikasi cerita anak yang ramah anak dan mudah diakses, yakni Let’s Read dan Literacy Cloud. Kehadiran aplikasi ini memberi alternatif baru bagi siswa untuk mengakses ratusan bacaan menarik dari rumah. Literasi kini tidak hanya bergantung pada buku cetak dan perpustakaan sekolah, tetapi juga dapat diakses di genggaman tangan mereka.
Kegiatan semakin hidup ketika sesi Kahoot Quiz dimulai. Sorak kegembiraan terdengar setiap kali pertanyaan muncul di layar, menandai tingginya semangat siswa dalam menjawab soal-soal tentang literasi. Selain menghibur, kuis ini juga menjadi sarana interaktif untuk mengukur pemahaman mereka terhadap materi yang dipelajari.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ibu Ina Mardiani, S.Pd., mengapresiasi kontribusi mahasiswa P3K dalam menghidupkan kembali budaya literasi.
“Workshop literasi ini sangat bermanfaat bagi peserta didik. Kegiatan ini menginspirasi dan membuka wawasan mereka akan pentingnya budaya baca dan tulis, terutama di era digital. Siswa juga menjadi lebih aktif membaca dan berdiskusi dalam kelompok,” ujarnya.
Melalui workshop ini, diharapkan budaya literasi di SDN 1 Nagrikidul semakin tumbuh kuat. Kegiatan ini tidak hanya melatih pemahaman bacaan, tetapi juga mendorong kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi sebagai sarana belajar. Koresponden PGSD/Tiara.



