Home  >  Berita

Strategi Jitu Mahasiswa P3K Prodi PGSD UPI Purwakarta Kenalkan Dunia Koding kepada Siswa SDN 1 Munjuljaya

Purwakarta, Rabu, 12 November 2025. Mahasiswa Program Penguatan Profesional Kependidikan (P3K) Prodi PGSD Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Purwakarta menggelar Program Fun Coding untuk siswa kelas 5 dan 6. Bagi banyak siswa, kegiatan ini menjadi pengalaman pertama mereka berinteraksi langsung dengan komputer, belajar dasar-dasar coding, hingga membuat animasi sederhana melalui platform Scratch.

Program Fun Coding sebagai sarana edukatif untuk memperkenalkan literasi digital sekaligus melatih kemampuan berpikir komputasional. Mengusung konsep belajar yang seru dan ramah anak, kegiatan ini sangat selaras dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, yaitu menyediakan pembelajaran inklusif dan meningkatkan kompetensi peserta didik dalam menghadapi era teknologi.

Program ini memperoleh dukungan penuh dari para dosen pembimbing lapangan P3K. Nenden Permas Hikmatunisa, M.Pd., M.A., menyampaikan:

“Program ini idenya bagus dan relevan. Belum banyak yang mengangkat topik seperti ini, jadi saya sangat mendukung pelaksanaannya. Ujar Nenden Permas”

Hal senada juga diungkapkan Miss Nadia Tiara Antik Sari, M.Pd., yang menilai bahwa pengenalan coding sejak dini akan menjadi investasi penting bagi literasi digital siswa.

Pada tahap pertama, siswa diperkenalkan dengan dasar-dasar komputer—jenis-jenis perangkat, fungsi komputer, hingga hubungan erat antara komputer dan coding. Pendekatan ini penting agar siswa memahami bahwa komputer bukan hanya laptop atau PC, tetapi berbagai perangkat elektronik yang bekerja berdasarkan perintah digital.

Masuk ke tahap kedua, siswa mengerjakan worksheet khusus untuk melatih logika. Melalui aktivitas seperti mewarnai pixel, mengikuti instruksi bertahap, dan memecahkan pola, mereka belajar cara berpikir sistematis layaknya seorang programmer pemula. Siswa terlihat sangat fokus dan antusias karena lembar kerja disusun dalam bentuk permainan visual yang menarik.

Setelah pemahaman dasar terbentuk, siswa diajak memasuki tahapan yang paling dinanti: berkreasi di platform Scratch. Dengan antarmuka berbasis blok warna yang mudah dioperasikan, siswa mulai membuat animasi, permainan sederhana, hingga cerita interaktif. Tahap ini menjadi ruang bagi mereka untuk menguji kreativitas sekaligus menerapkan logika pemrograman yang telah dipelajari.

Antusiasme siswa terlihat jelas sepanjang seluruh kegiatan. Mereka saling membantu, bereksperimen dengan fitur Scratch, dan menunjukkan rasa bangga terhadap karya digital pertama mereka. Seorang siswa kelas 6 bahkan berkata,

“Seru banget! Ternyata coding nggak sesusah yang aku pikirin. Aku bisa bikin kucingnya jalan sendiri!” ucapnya sambil tersenyum puas melihat animasi ciptaannya. Koresponden PGSD/Tiara.

Skip to content