Home  >  Berita

Tiga Mahasiswa MKB Lolos Beasiswa KSE 2025, Siap Ikuti Program Pengembangan Diri Nasional

Tiga mahasiswa Program Studi Mekatronika dan Kecerdasan Buatan (MKB) UPI Kampus Purwakarta, yaitu I Gede Dio Devan, Aulia Aufa Zahron, dan Muhammad Akmal Anfasa Muluk, berhasil lolos seleksi Beasiswa Karya Salemba Empat (KSE) 2025 kategori reguler. Beasiswa ini menawarkan bantuan pendidikan yang dapat diperpanjang hingga satu tahun, bahkan berpeluang meningkat hingga pembiayaan UKT penuh bagi penerima yang menunjukkan performa akademik dan keaktifan yang baik.

Dalam skema KSE, setiap awardee diberikan empat pilihan bidang peminatan, yakni entrepreneurship, leadership, penelitian, dan teknologi, di mana masing-masing mahasiswa diperbolehkan memilih dua bidang. Setiap minggu, seluruh penerima beasiswa KSE di seluruh Indonesia juga mengikuti webinar pengembangan diri sesuai peminatan yang dipilih. Selain itu, terdapat organisasi internal bernama Paguyuban KSE, yang menjadi wadah kontribusi, kolaborasi, dan pengabdian awardee. Keaktifan di Paguyuban menjadi indikator penting dalam penilaian perpanjangan beasiswa pada tahun berikutnya.

Dio menjelaskan bahwa proses seleksi KSE tidak hanya berupa administrasi, tetapi juga penilaian esai yang harus dipersiapkan dengan matang. Ia menyebut bahwa mentor turut membantu memeriksa dan mengarahkan esai tersebut. Persiapan dilakukan sejak awal Mei hingga sebelum penutupan registrasi pada 30 April. Tahapan seleksi dilanjutkan dengan wawancara pertama pada awal Mei, kemudian wawancara kedua pada pertengahan Juli, hingga pengumuman final pada 15 Agustus. Seluruh proses administrasi dan wawancara dilakukan secara daring karena penyelenggara berada di Jakarta.

Setelah dinyatakan lolos, mahasiswa MKB penerima beasiswa KSE akan mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat di UPI Bumsil bersama Paguyuban KSE. Selain itu, awardee dari kampus daerah (KAMDA) juga akan berkolaborasi dalam program pengabdian di wilayah Bandung. KSE dikenal sebagai beasiswa inklusif karena tidak mensyaratkan SKTM atau dokumen khusus; beasiswa ini lebih menekankan komitmen dalam organisasi, kontribusi untuk masyarakat, serta kesiapan berkembang secara profesional. Program ini juga menyediakan manfaat lain seperti seminar, pelatihan, fasilitas pendukung, hingga peluang magang di instansi mitra, salah satunya BNI.

Dio berharap semakin banyak mahasiswa MKB berani mengikuti seleksi KSE. Ia menyarankan mahasiswa untuk melatih kemampuan menulis esai dan aktif berdiskusi dengan awardee sebelumnya agar peluang lolos semakin besar. Program KSE sejalan dengan SDG 4 (Quality Education) dan SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) karena mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa sekaligus membuka peluang karier yang lebih luas.

Skip to content