Program Studi PGSD UPI Kampus Purwakarta kembali mengukuhkan eksistensinya di kancah nasional melalui capaian gemilang pada ajang Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdiktisaintek di Universitas Adi Buana Surabaya, pada 1–3 Desember 2025. Dalam kompetisi bergengsi ini, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Tim Tim Architecna berhasil meraih Juara Harapan Kategori Microteaching Digital Pendidikan.
Tim Architecna yang terdiri dari Alvira Althamiranda, Amalia Fatimah, Nisha Fitria, Ripan Alfian dengan Dosen Pembimbing Fitri Nuraeni, M.Pd. dan Alfiana Nurussama, M.Pd.
Melalui ajang ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan / SDGs, khususnya SDGs nomor 4 Pendidikan Berkualitas melalui penguatan inovasi pembelajaran, serta SDGs nomor 9 yakni Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui pengembangan teknologi digital pendidikan.
Prestasi tersebut menegaskan kemampuan mahasiswa UPI, termasuk mahasiswa PGSD, dalam menghadirkan inovasi pembelajaran digital yang adaptif, kreatif, dan relevan dengan tantangan pendidikan abad ke-21.
Kaprodi PGSD UPI Purwakarta, Dr. Neneng Sri Wulan, M.Pd., turut mengapresiasi capaian mahasiswa PGSD yang berhasil menembus ajang nasional melalui kategori Microteaching Digital Pendidikan.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa PGSD tidak hanya unggul dalam pedagogik dasar, tetapi juga mampu beradaptasi dengan teknologi digital dalam konteks pembelajaran. Ini menjadi bukti bahwa calon guru SD harus melek teknologi dan inovatif,” ungkapnya.
Keberhasilan Tim Architecna juga tidak terlepas dari peran dosen pembimbing. Alfiana Nurussama, M.Pd., menyampaikan bahwa proses pendampingan dilakukan secara intensif dan kolaboratif.
“Kami mendorong mahasiswa untuk mengembangkan ide pembelajaran digital yang aplikatif dan kontekstual dengan dunia sekolah dasar. Prosesnya tidak instan, tetapi penuh refleksi dan perbaikan berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, Fitri Nuraeni, M.Pd., menambahkan bahwa kompetisi ini menjadi ruang belajar yang sangat berharga bagi mahasiswa.
“Ajang LIDM melatih mahasiswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan solutif. Walaupun meraih juara harapan, ini adalah pencapaian besar yang menjadi modal penting untuk kompetisi dan inovasi berikutnya,” tuturnya.
Alfira salah satu tim dari Architecna menyampaikan rasa syukurnya, “Alhamdulillah kami dapat berada disini, tidak menyangka akan masuk dalam kategori juara, tentu kami bersyukur dan senang. Semoga pencapaian ini menjadi penyemangat untuk terus berinovasi dalam dunia Pendidikan, ungkapnya. Koresponden PGSD/Tiara.




