Sejarah
Program Studi S1 Sistem Telekomunikasi – Kampus UPI di Purwakarta
Program Studi Sistem Telekomunikasi merupakan salah satu program studi pada Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Purwakarta yang berkembang sebagai bagian dari upaya UPI dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus merespons kebutuhan sumber daya manusia di bidang teknologi dan industri telekomunikasi. Keberadaan Program Studi Sistem Telekomunikasi tidak terlepas dari sejarah perkembangan Kampus UPI di Purwakarta yang bermula dari Sekolah Pendidikan Guru Negeri (SPGN) Purwakarta. Pada tahun 1990, lembaga tersebut diserahterimakan kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Bandung dan selanjutnya menjadi bagian dari penyelenggaraan pendidikan UPI di wilayah Purwakarta. Pada awal perkembangannya, Kampus UPI di Purwakarta berfokus pada penyelenggaraan pendidikan keguruan, khususnya melalui Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Seiring dengan perubahan kebutuhan masyarakat dan perkembangan potensi wilayah, program studi di Kampus UPI Purwakarta kemudian berkembang ke bidang pendidikan, teknologi informasi, telekomunikasi, serta bidang teknologi lainnya.
Dalam konteks pengembangan pendidikan tinggi di bidang teknologi, Program Studi Sistem Telekomunikasi didirikan pada tahun 2019 berdasarkan Keputusan Rektor UPI Nomor 4443/UN.40/HK/2019 dan mulai menerima mahasiswa pada tahun yang sama. Program studi ini menjadi program studi teknik murni pertama di Kampus UPI di Purwakarta yang menghasilkan lulusan bergelar Sarjana Teknik (S.T.). Kehadirannya memperluas mandat akademik Kampus UPI Purwakarta, tidak hanya dalam bidang kependidikan, tetapi juga dalam pengembangan keilmuan dan kompetensi profesional pada bidang telekomunikasi.
Sejak awal penyelenggaraannya, Program Studi Sistem Telekomunikasi diarahkan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi pada berbagai bidang dalam ekosistem telekomunikasi. Kompetensi lulusan mencakup area akses nirkabel, akses kabel, transport fiber optik, transport microwave, core packet switch, core IMS dan VAS, serta sistem satelit GSS dan SSS. Kompetensi tersebut ditempatkan pada level 6 Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), yang mendukung peran lulusan sebagai tenaga ahli/engineer maupun asisten manajer, team leader, atau koordinator sesuai bidang kompetensinya.
Perkembangan akademik Program Studi Sistem Telekomunikasi terus diperkuat melalui penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan jejaring kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan. Visi program studi diarahkan menjadi program studi yang pelopor dan unggul dalam menyiapkan tenaga profesional bidang telekomunikasi di kawasan ASEAN pada tahun 2040. Misi tersebut diwujudkan melalui pengembangan pendidikan tinggi bidang telekomunikasi, penelitian inovatif, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan jejaring dan kemitraan untuk mendukung keterkaitan antara pendidikan tinggi dan industri.
Tonggak penting berikutnya adalah diperolehnya akreditasi BAIK dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2023, berdasarkan SK Nomor 1221/SK/BAN-PT/Ak/S/IV/2023, yang berlaku sampai tahun 2028. Capaian tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan dan penjaminan mutu penyelenggaraan pendidikan Program Studi Sistem Telekomunikasi.
Dalam perkembangannya, aktivitas akademik Program Studi Sistem Telekomunikasi juga mulai menunjukkan kontribusi pada penelitian dan publikasi ilmiah. Salah satu capaian yang tercatat adalah publikasi mahasiswa pada jurnal internasional bereputasi Scopus Q1 pada tahun 2025 melalui penelitian mengenai kompresi citra berbasis deep learning untuk efisiensi transmisi pada jaringan LoRa.
Dengan demikian, sejarah Program Studi Sistem Telekomunikasi Kampus UPI di Purwakarta mencerminkan proses transformasi dan diversifikasi akademik Kampus UPI Purwakarta dari institusi yang berorientasi utama pada pendidikan keguruan menuju institusi yang juga mengembangkan pendidikan tinggi berbasis teknologi dan keahlian profesional. Perkembangan tersebut menjadi landasan bagi program studi untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta relevansi lulusan dengan kebutuhan perkembangan industri telekomunikasi di tingkat nasional dan regional.
