Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 2026 hadir sebagai salah satu wadah untuk mengembangkan kreativitas, imajinasi, serta potensi anak usia dini melalui kegiatan yang edukatif dan menyenangkan. Mengusung tema “Bentang Sayap Imajinasi, Menjelajahi Dongeng untuk Cahaya Pertiwi”, kegiatan ini mengajak anakanak untuk mengenal dunia dongeng sebagai sarana belajar, berekspresi, dan mengembangkan daya imajinasi.

Gebyar PAUD 2026 diikuti oleh 120 peserta secara luring (offline) dan 14 peserta secara daring (online). Peserta berasal dari 15 sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) yang turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa kegiatan berbasis cerita dan dongeng dapat menjadi media yang menarik bagi anak untuk belajar sekaligus mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya.
Tema “Bentang Sayap Imajinasi, Menjelajahi Dongeng untuk Cahaya Pertiwi” memiliki makna bahwa setiap anak memiliki imajinasi dan potensi yang dapat dikembangkan melalui pengalaman belajar yang menyenangkan. Dongeng tidak hanya menjadi hiburan bagi anak, tetapi juga dapat menjadi media untuk mengenalkan nilainilai kehidupan, menumbuhkan kreativitas, memperkaya kosakata, serta membantu anak memahami lingkungan di sekitarnya.
Pelaksanaan Gebyar PAUD 2026 juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan memberikan kesempatan belajar bagi setiap individu. Melalui kegiatan ini, anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang kreatif dan menyenangkan sejak usia dini sebagai bagian dari upaya mendukung terciptanya pendidikan yang berkualitas.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan anak usia dini tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi anak untuk berimajinasi, berekspresi, berkomunikasi, dan mengembangkan kepercayaan diri. Melalui dongeng, anak dapat belajar mengenal berbagai karakter, memahami nilai kebaikan, serta menemukan pengalaman baru dengan cara yang sesuai dengan dunia mereka.
Keikutsertaan 15 sekolah TK dengan jumlah peserta yang mengikuti secara offline maupun online menjadi bagian penting dalam menyukseskan Gebyar PAUD 2026. Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa, satuan pendidikan, dan masyarakat dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan berpihak pada kebutuhan anak.
Selain menjadi wadah bagi anak untuk belajar dan berekspresi, Gebyar PAUD 2026 juga menjadi salah satu ajang untuk memperkenalkan Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) kepada masyarakat luas. Melalui kegiatan yang melibatkan berbagai sekolah dan peserta dari luar lingkungan kampus, Prodi PGPAUD dapat menunjukkan peran serta kontribusinya dalam bidang pendidikan anak usia dini. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan berbagai potensi, kreativitas, dan program yang dimiliki Prodi PGPAUD kepada masyarakat serta memperkuat hubungan dan kolaborasi dengan satuan pendidikan anak usia dini.
Melalui Gebyar PAUD 2026, diharapkan semangat untuk memberikan pendidikan yang berkualitas dapat terus tumbuh. “Bentang Sayap Imajinasi, Menjelajahi Dongeng untuk Cahaya Pertiwi” bukan sekadar sebuah tema, tetapi menjadi ajakan untuk membuka ruang bagi anak-anak dalam bermimpi, berimajinasi, dan tumbuh menjadi generasi yang kreatif serta berkarakter.
Gebyar PAUD 2026 menjadi salah satu langkah kecil untuk menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna, memperkuat kolaborasi dengan masyarakat, sekaligus memperkenalkan kontribusi Prodi PGPAUD dalam mendukung terwujudnya SDGs 4: Pendidikan Berkualitas bagi anak usia dini.


